Jakarta, IDN Times – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan perintah darurat untuk menghentikan penghitungan lebih dari 20 ribu surat suara pos di California. Permohonan hukum yang diajukan pada Senin (2/11/2026) ini muncul sehari sebelum pemilihan sela berlangsung pada Selasa (3/11/2026). Sengketa tersebut kembali memperuncing hubungan pemerintah federal dengan California, negara bagian yang menjadi basis kuat Partai Demokrat, terkait dugaan penggunaan surat suara oleh bukan warga negara.
Sebelumnya, Hakim Distrik AS David Carter menolak permintaan pemerintah karena menganggap daftar pemilih yang dijadikan dasar gugatan tidak akurat dan dapat menghilangkan hak warga yang memenuhi syarat. Ia juga memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi mengganggu keberlangsungan proses demokrasi.
Carter menyampaikan peringatan mengenai bahaya intervensi pemerintah terhadap pemilu yang sedang berlangsung.
“Jika eksekutif dapat mengabaikan suara dan mengancam pemilu yang sedang berlangsung karena tuduhan yang belum terbukti, maka demokrasi kita dalam bahaya,” kata Carter, dikutip Al Jazeera.