Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hampir 200 Napi Kabur dalam Kerusuhan Penjara di Panama
Bendera Panama. (unsplash.com/luchox23)
  • Kerusuhan di Penjara La Joyita, Panama, menewaskan tiga napi dan membuat 195 napi kabur, namun 123 di antaranya sudah berhasil ditangkap kembali oleh aparat keamanan.
  • Pemberontakan dipicu pemindahan pemimpin geng kriminal ke paviliun lain, menyebabkan bentrokan dan luka pada petugas, sementara pemerintah segera menerapkan protokol keamanan ketat.
  • Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kasus kekerasan di Panama dengan 230 pembunuhan dalam 140 hari pertama tahun 2026 yang dikaitkan dengan aktivitas organisasi kriminal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kerusuhan terjadi di Penjara La Joyita, Pacora yang tak jauh dari Panama City. Keributan ini terjadi ketika otoritas Panama berupaya untuk memindahkan sejumlah narapidana (napi) kelas kakap ke sejumlah paviliun.  

Dilansir The Tico Times, Penjara La Joyita menjadi bagian dari kompleks La Joya yang terletak di timur Panama City. Penjara tersebut diketahui sudah menampung lebih dari 15 ribu napi meski hanya didesain dengan kapasitas maksimum 9.909 napi. 

1. Sebanyak 3 orang tewas dan 195 narapidana kabur

suasana di dalam penjara (unsplash.com/ansleycreative)

Kepala Polisi Nasional Panama, Jaime Fernandez mengatakan bahwa setidaknya terdapat 3 napi yang tewas dan 195 napi yang kabur. Otoritas setempat menyebut bahwa lebih dari 120 napi sudah berhasil dilacak dan ditangkap kembali oleh aparat keamanan. 

“Kami menyesal bahwa di media sosial terdapat pernyataan kabur massal. Kenyataannya sebanyak 123 dari 195 orang sudah ditangkap. Sementara, polisi masih menyelidiki mengenai kasus tewasnya 3 orang dalam kerusuhan ini,” terangnya, dikutip dari Democrata, Kamis (4/6/2026).

2. Pemindahan pemimpin geng kriminal sebabkan pemberontakan

ilustrasi penembakan (unsplash.com/nampoh)

Menteri Keamanan Panama, Frank Abrego mengatakan bahwa pemindahan pemimpin geng kriminal ke paviliun menyebabkan pemberontakan. Dalam kericuhan ini menyebabkan setidaknya personal keamanan mengalami luka-luka. 

Pemerintah setempat sudah menetapkan protokol keamanan sesegera mungkin di sekitar penjara. Sejumlah unit polisi antihuru-hara dan personel Badan Penjaga Perbatasan sudah diterjunkan ke penjara untuk menormalkan situasi. 

3. Kasus kekerasan melonjak di Panama

ilustrasi bendera Panama (pexels.com/esjaimes)

Insiden kerusuhan penjara ini terjadi di tengah kenaikan kasus kekerasan di seluruh Panama. Otoritas setempat sudah melaporkan 230 kasus pembunuhan pada 140 hari di awal 2026 dan berhubungan dengan kasus organisasi kriminal. 

Sementara itu, taktik mengirimkan kepala geng ke paviliun bertujuan untuk merusak struktur komando geng kriminal. Selain itu, untuk memisahkan satu geng kriminal dengan faksi rivalnya demi mencegah terjadinya kerusuhan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article