Panama Kecam Iran usai Kapal Kargonya Disita di Selat Hormuz

- Panama mengecam keras penyitaan kapal berbendera negaranya oleh Iran di Selat Hormuz, menyebut tindakan itu melanggar hukum internasional dan mengancam keamanan maritim global.
- Iran juga menyita kapal kargo Yunani berbendera Liberia di wilayah yang sama, menambah ketegangan setelah laporan serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.
- Seorang warga Iran bernama Reza Dindar diekstradisi dari Panama ke AS atas dakwaan pelanggaran sanksi ekspor melalui China, memperkuat sorotan hubungan diplomatik antara ketiga negara.
Jakarta, IDN Times - Panama mengecam kapal berbendera negaranya yang disita oleh Iran di Selat Hormuz. Menurutnya, tindakan tersebut adalah pelanggaran keamanan maritim dan berbanding terbalik dengan hukum internasional.
“Panama adalah negara maritim dengan armada kapal dagang terbesar di dunia dan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Kami mengecam keras penyitaan ilegal kapal yang dilakukan oleh Republik Islam Iran terhadap kapal berbendera Panama,” tuturnya, dikutip dari EFE, Jumat (24/4/2026).
Sebelumnya, Panama sudah bersitegang dengan China usai pemutusan kontrak perusahaan Hongkong, Hutchison Holdings. Perusahaan tersebut selama ini mengelola pelabuhan di Terusan Panama.
1. Sebut kapal kargo dibawa paksa ke perairan Iran
Panama mengatakan, kapal kargo MSC-Fransesca milik Italia dan menggunakan bendera Panama itu disita paksa saat transit di Selat Hormuz. Kemudian kapal tersebut dibawa ke perairan Iran.
“Ini menunjukkan ancaman serius kepada keamanan maritim dan memperlihatkan eskalasi yang tidak perlu saat komunitas internasional mendorong agar Selat Hormuz tetap terbuka untuk navigasi internasional tanpa segala pemerasan dan ancaman,” ungkapnya.
Panama juga menolak tudingan Iran bahwa kapalnya beroperasi tanpa izin. Selain itu, Iran menuding kapal tersebut memanipulasi sistem navigasi yang dapat membahayakan keamanan maritim.
2. Iran sita kapal Yunani di Selat Hormuz
Selain kapal berbendera Panama, Iran juga menyita kapal kargo Yunani berbendera Liberia, Epaminondas. Namun, pemerintah Yunani kemudian memberikan keterangan bahwa kapal tersebut tetap di bawah kendali kapten kapal, dilansir dari The Tico Times.
Beberapa jam sebelumnya, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan terdapat setidaknya dua serangan terhadap kapal kargo di Selat Hormuz. Insiden ini terjadi usai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.
3. Panama ekstradisi warga Iran ke AS
Pekan ini, Kantor Kejaksaan AS mengungkapkan bahwa seorang warga Iran diekstradisi dari Panama ke AS. Warga Iran bernama Reza Dindar (44) itu sudah menerima sembilan dakwaan di Seattle karena melanggar sanksi ke Iran dengan mengirimkan barang lewat China.
“Dia adalah anggota dari konspirasi yang berpikir dapat mengelabui sanksi pembatasan ekspor barang lewat pihak ketiga, dalam kasus ini China,” ungkap Asisten Pertama Kejaksaan AS, Charles Neil Floyd, dikutip dari Iran International.


















