Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree (Tasnim News Agency, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas penembakan rudal ke Kamp Militer al-Alam melalui pernyataan resmi. Mereka berdalih fasilitas tersebut dikelola oleh perwira militer Arab Saudi dan menegaskan seluruh pangkalan pasukan pendukung pemerintah Yaman adalah target sah.
"Pasukan bersenjata kami menargetkan mobilisasi musuh Saudi di kamp al-Alam, yang dijalankan oleh perwira Saudi di wilayah timur. Serangan ini menyebabkan jatuhnya puluhan korban tewas dan luka dari pihak musuh Saudi, termasuk perwira Saudi," ujar Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, dilansir The Guardian.
Selain di Shabwa, Houthi memutus akses jalan penghubung antara Provinsi Shabwa dan Provinsi Bayda serta menggempur pasukan Brigade Raksasa di area al-Suqya dan Ras al-Ara. Di Provinsi Taiz, kelompok tersebut memperketat pengepungan yang memicu kelangkaan bahan bakar dan lonjakan harga kebutuhan pokok. Rentetan tembakan Houthi ke Desa al-Shaqab di selatan Taiz pada Minggu malam turut melukai kepala seorang bocah perempuan berusia 11 tahun.
Merespons pergerakan tersebut, pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara ke posisi Houthi di Distrik al-Misrakh dan al-Wazi'iyah pada Minggu malam. Di darat, pasukan pemerintah bersama pejuang lokal terlibat baku tembak sengit untuk menahan laju Houthi yang berusaha merebut puncak Gunung Jabal al-Arus. Sementara itu, media kelolaan Houthi melaporkan serangan udara Arab Saudi di Provinsi Saada pada hari yang sama menewaskan 10 warga dan melukai 23 orang lainnya.