ilustrasi Jodhpur, Rajasthan, India (unsplash.com/Gayatri Malhotra)
Selain China, beberapa negara Asia juga berhasil menempati posisi yang cukup tinggi. Korea Selatan berada di peringkat keenam dengan skor 62,7, Arab Saudi di posisi ketujuh dengan skor 61,0, Jepang di peringkat kesembilan dengan skor 59,0, dan Uni Emirat Arab berhasil masuk 10 besar dengan skor 58,6. India juga masih berada di posisi ke-12 dengan skor 45,0.
Kehadiran banyak negara Asia di papan atas menunjukkan bahwa pusat pengaruh dunia semakin bergeser ke kawasan ini. Pertumbuhan ekonomi, investasi teknologi, pembangunan industri strategis, hingga peran diplomasi internasional membuat negara-negara Asia semakin diperhitungkan. Indonesia memang masih berada di luar 30 besar teratas, tapi posisinya menunjukkan bahwa negara ini tetap memiliki pengaruh yang diakui dalam pandangan masyarakat global.
Masuknya Indonesia ke peringkat ke-33 dalam daftar negara terkuat di dunia 2026 menjadi gambaran bahwa pengaruh sebuah negara bukan hanya ditentukan oleh kekuatan militernya. Persepsi dunia juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, teknologi, diplomasi, sumber daya strategis, hingga kemampuan suatu negara dalam memengaruhi isu-isu internasional.
Meski masih berada di bawah banyak negara maju, keberadaan Indonesia dalam daftar ini menunjukkan bahwa posisinya tetap diperhitungkan di tingkat global. Ke depan, jika pembangunan ekonomi, inovasi teknologi, dan hubungan internasasional terus diperkuat, bukan gak mungkin peringkat Indonesia akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.