Negara dengan Penduduk Pria Terbanyak, Negara Teluk Dominasi Daftar

- Negara-negara Teluk seperti Qatar, UEA, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi mendominasi daftar dengan persentase penduduk pria tertinggi di dunia menurut data World Bank.
- Tingginya jumlah penduduk pria di kawasan Teluk terutama disebabkan oleh migrasi tenaga kerja besar-besaran di sektor konstruksi, energi, dan infrastruktur yang didominasi pekerja laki-laki.
- Selain migrasi, faktor biologis saat kelahiran serta kondisi sosial-ekonomi turut memengaruhi rasio gender global meski dampaknya tidak sebesar pengaruh pasar tenaga kerja di negara Teluk.
Di sebagian besar negara di dunia, jumlah penduduk pria dan wanita sebenarnya hampir seimbang. Perbedaannya biasanya hanya sedikit sehingga komposisi populasi terlihat relatif merata. Namun, ada beberapa negara yang menjadi pengecualian karena memiliki persentase penduduk pria jauh lebih tinggi dibandingkan wanita. Menariknya, daftar tersebut didominasi oleh negara-negara di kawasan Teluk atau Gulf.
Kondisi ini bukan semata-mata dipengaruhi angka kelahiran, lho, melainkan juga faktor ekonomi, migrasi tenaga kerja, hingga karakteristik demografi masing-masing negara. Penasaran negara mana yang menempati posisi teratas? Simak ulasan lengkapnya sampai akhir, ya.
1. Negara Teluk mendominasi posisi teratas

Qatar menjadi negara dengan persentase penduduk pria tertinggi di dunia, yakni mencapai 72 persen berdasarkan data terbaru World Bank. Posisi berikutnya ditempati Uni Emirat Arab dengan 64 persen, lalu Maladewa, Oman, dan Bahrain yang sama-sama memiliki 62 persen penduduk pria. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang umumnya mendekati komposisi 50:50.
Dominasi belum berhenti di situ. Kuwait dan Arab Saudi juga masuk dalam jajaran teratas dengan masing-masing 61 persen penduduk pria. Fakta ini menunjukkan bahwa kawasan Teluk memang memiliki karakteristik demografi yang berbeda dibandingkan sebagian besar negara lain di dunia. Bukan karena jumlah perempuan menurun drastis, tapi karena populasi pria bertambah sangat besar akibat faktor tertentu.
2. Daftar negara dengan persentase pria tertinggi

Selain negara-negara Teluk, ada beberapa negara lain yang juga memiliki persentase penduduk pria lebih tinggi daripada rata-rata dunia. Seychelles berada di urutan kedelapan dengan 55%, disusul Palau sebesar 54 persen. Bhutan, Brunei Darussalam, Guinea Khatulistiwa, Greenland, Malaysia, dan Malta juga masuk dalam daftar dengan kisaran 52-53 persen.
Meski begitu, selisih di negara-negara tersebut gak sedrastis Qatar atau Uni Emirat Arab. Sebagian besar negara di luar kawasan Teluk hanya memiliki kelebihan populasi pria dalam jumlah yang relatif kecil. Hal ini membuat negara-negara Teluk tetap menjadi kelompok yang paling menonjol dalam daftar tersebut.
3. Migrasi tenaga kerja menjadi penyebab utama

Alasan terbesar di balik tingginya jumlah penduduk pria di negara-negara Teluk adalah arus migrasi tenaga kerja. Negara-negara tersebut memiliki sektor konstruksi, energi, infrastruktur, hingga jasa yang berkembang sangat pesat sehingga membutuhkan jutaan pekerja dari luar negeri. Sebagian besar pekerja migran yang datang merupakan laki-laki usia produktif.
Kondisi ini membuat komposisi penduduk berubah secara signifikan, terutama di negara dengan jumlah penduduk asli yang relatif kecil seperti Qatar dan Bahrain. Ketika pekerja asing dalam jumlah besar menetap untuk bekerja, persentase penduduk pria otomatis meningkat. Karena itulah tingginya populasi pria di kawasan Teluk lebih banyak dipengaruhi kebutuhan pasar kerja dibandingkan faktor biologis.
4. Angka kelahiran juga ikut memengaruhi

Selain migrasi, rasio kelahiran turut memberikan pengaruh terhadap komposisi penduduk. Secara biologis, bayi laki-laki memang lahir sedikit lebih banyak dibandingkan bayi perempuan. Berdasarkan penjelasan yang mengacu pada BBC dan Our World in Data, rata-rata terdapat sekitar 105 bayi laki-laki yang lahir untuk setiap 100 bayi perempuan.
Di beberapa negara Asia, kondisi tersebut terkadang diperkuat oleh preferensi budaya terhadap anak laki-laki serta praktik seleksi jenis kelamin yang pernah terjadi pada periode tertentu. Akibatnya, ketimpangan jumlah pria dan wanita bisa menjadi lebih besar dibandingkan negara lain. Meski demikian, faktor ini bukan penyebab utama dominasi negara-negara Teluk, karena migrasi tenaga kerja tetap menjadi alasan paling besar.
5. Ketimpangan populasi memiliki banyak faktor

Tingginya persentase penduduk pria gak bisa dijelaskan hanya dengan satu alasan. Selain migrasi dan angka kelahiran, harapan hidup, perpindahan penduduk, hingga kondisi sosial suatu negara juga dapat memengaruhi komposisi penduduk. Setiap negara memiliki latar belakang yang berbeda sehingga penyebabnya pun gak selalu sama.
Bagi kamu, data ini menunjukkan bahwa statistik kependudukan sering kali berkaitan erat dengan kondisi ekonomi dan kebijakan suatu negara. Negara yang mampu menarik banyak tenaga kerja asing biasanya akan mengalami perubahan struktur demografi yang cukup besar. Karena itu, melihat persentase penduduk pria gak cukup hanya dari sisi angka, tapi juga perlu memahami konteks yang melatarbelakanginya.
Daftar negara dengan persentase penduduk pria tertinggi memperlihatkan bagaimana aktivitas ekonomi mampu memengaruhi struktur demografi suatu negara. Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi mendominasi peringkat karena tingginya kebutuhan tenaga kerja migran, terutama di sektor konstruksi, energi, dan infrastruktur.
Sementara itu, faktor biologis saat kelahiran, budaya, harapan hidup, dan pola migrasi juga ikut berperan dalam membentuk komposisi penduduk di berbagai negara. Melalui data ini, kamu bisa memahami bahwa keseimbangan jumlah pria dan wanita bukan hanya dipengaruhi faktor alamiah, tapi juga dinamika ekonomi dan sosial yang terus berubah.



















