Jakarta, IDN Times – Kementerian Pertahanan Inggris mengaku tak mengetahui posisi terkini mayoritas dari sekitar 95 ribu mantan prajurit dan perwira yang tergabung dalam Cadangan Strategis. Padahal, seluruh individu tersebut masih memiliki kewenangan untuk dipanggil kembali bila negara menghadapi kondisi darurat.
Sorotan atas persoalan ini disampaikan oleh Lord George Robertson, eks Menteri Pertahanan sekaligus eks Sekretaris Jenderal NATO, dalam sebuah acara di Salisbury, Wiltshire pada pekan ini. Ia menjelaskan bahwa Tinjauan Pertahanan Strategis (SDR) membahas kelompok cadangan yang mencakup semua individu yang pernah bertugas di militer dan masih memiliki kewajiban lanjutan.
“Tetapi Kementerian Pertahanan saat ini bahkan tidak mengetahui di mana sebagian besar dari mereka berada. Jadi kita perlu semacam mengumpulkan mereka yang tersedia, fit, dan bersedia untuk melakukannya,” katanya, dikutip Daily Mail.
