Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Sebut Iran Hambat Upaya Perdamaian

Trump Sebut Iran Hambat Upaya Perdamaian
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Tennessee National Guard Public Affairs Office)
Intinya Sih
  • Donald Trump menuduh Iran sengaja memperlambat negosiasi perdamaian dengan AS, menyebut mereka terlalu lama berunding tanpa hasil yang jelas.
  • Negosiasi damai antara AS dan Iran dilakukan secara tidak langsung melalui Pakistan, namun terganggu akibat konflik Israel-Lebanon yang membuat Iran sempat menghentikan pembicaraan.
  • Ketegangan meningkat setelah saling serang antara AS dan Iran, di mana Iran membalas serangan AS dengan meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mulai menunjukkan kekesalan atas alotnya upaya perdamaian dengan Iran. Trump menyebut Iran sengaja menghambat upaya perdamaian dengan AS. Sebab, mereka terlalu lama bernegosiasi sehingga kesepakatan tidak kunjung diraih. 

“Si Penindas Timur Tengah (Iran) telah mati! Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk kesepakatan yang seharusnya menguntungkan mereka. Sekarang, mereka harus membayar harganya!” ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Rabu (10/6/2026), seperti dikutip Anadolu Agency.

1. Negosiasi AS dan Iran masih berlangsung

Negosiasi perdamaian di antara dua negara.
ilustrasi negosiasi perdamaian (pexels.com/Monstera Production)

Saat ini, negosiasi perdamaian AS dan Iran masih berlangsung. Negosiasi kedua negara sudah dilakukan sejak 21 Mei lalu. Namun, negosiasi kali ini dilakukan secara tidak langsung. Sebab, AS dan Iran hanya bertukar pesan saja lewat Pakistan yang berperan sebagai mediator.  

Negosiasi damai AS dan Iran sebetulnya sempat mandek. Sebab, pekan lalu, Iran memutuskan untuk menghentikan negosiasi dengan AS karena Israel terus menyerang Lebanon di tengah gencatan senjata. Sebagai negara sahabat, Iran tidak ingin Lebanon terus diserang Israel. Ini karena serangan Israel di negara tersebut sudah menewaskan banyak orang. 

2. AS dan Iran mulai saling serang

Serangan udara.
ilustrasi serangan udara (pexels.com/Tolga Ahmetler)

Sayangnya, di tengah negosiasi yang sedang berlangsung, AS dan Iran malah saling serang. AS mulai melakukan serangan ke Iran pada Selasa (9/6/2026) malam waktu setempat. Kala itu, Negeri Paman Sam menyerang Iran sebagai balasan atas jatuhnya helikopter AH-64 Apache milik militer AS di Selat Hormuz. 

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan Iran menjadi dalang utama atas jatuhnya helikopter Apache. Menurut Trump, Iran sengaja menembak jatuh helikopter itu sebagai upaya pertahanan diri dari serangan AS. Namun, Iran membantah menjadi dalang jatuhnya helikopter tersebut. Sebab, angkatan bersenjata Iran mengatakan tidak ada operasi militer yang dilakukan di sekitar Selat Hormuz saat helikopter AS jatuh. 

3. Iran membalas serangan AS

Serangan udara.
ilustrasi serangan (unsplash.com/Edgar Serrano)

Menanggapi serangan AS, Iran tidak tinggal diam. Teheran langsung melakukan serangan ke pangkalan militer AS yang ada di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. Serangan itu dilakukan sehari setelah serangan AS, yakni pada Rabu pagi waktu setempat.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Kuwait, Bahrain, dan Yordania, Iran meluncurkan serangan menggunakan empat rudal balistik dan sejumlah pesawat nirawak (drone). Serangan itu membuat sirine bahaya meraung keras di ketiga negara tersebut. Semua warga langsung diminta waspada.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More