Jakarta, IDN Times - Lembaga intelijen Amerika Serikat (AS) menilai Pemimpin Tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, jauh lebih berambisi mengejar senjata nuklir dibanding mendiang ayahnya. Penilaian ini terungkap dari laporan intelijen yang dibeberkan sejumlah pejabat AS pada Jumat (24/7/2026).
Penilaian intelijen tersebut didasarkan pada sadapan percakapan dan pernyataan publik sebelum perang meletus. Mojtaba sendiri saat ini membatasi komunikasi dan penampilan publik karena mengalami luka berat akibat serangan udara AS-Israel. Meski demikian, ia dinilai tetap memegang kendali atas pemerintahan Iran.
