“Kita mungkin akan segera menyerang daerah itu (Gunung Pickaxe) dan tidak ada yang bisa mereka (Iran) lakukan untuk mencegahnya. Mereka mungkin sedang berupaya membangun kembali sebuah lokasi. Kita akan menyerang lokasi itu. Lokasi mana pun yang mereka pertimbangkan untuk menggunakan senjata nuklir, kita akan menyerangnya dengan sangat dahsyat,” ujar Trump pada Selasa (21/7/2026) dilansir Times of Israel.
Trump Janji Bakal Serang Situs Nuklir Iran di Gunung Pickaxe

- Donald Trump berjanji akan menyerang situs nuklir Iran di Gunung Pickaxe setelah menerima laporan bahwa Teheran memindahkan fasilitas nuklirnya ke lokasi bawah tanah tersebut.
- Intelijen Israel melaporkan Iran telah memindahkan ribuan sentrifugal dan cadangan uranium dari Natanz ke Gunung Pickaxe untuk melindungi aset nuklirnya dari potensi serangan AS dan Israel.
- Ketegangan meningkat karena AS dan Iran masih saling melancarkan serangan, dengan CENTCOM mengonfirmasi gelombang serangan udara ke-11 terhadap target militer Iran di berbagai lokasi strategis.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berjanji akan segera menyerang situs nuklir Iran yang ada di Gunung Pickaxe. Sebab, Trump menegaskan tidak akan membiarkan Teheran punya fasilitas yang bisa membantu mereka mengembangkan program senjata nuklir.
1. Iran memindahkan ribuan sentrifugal nuklir ke Gunung Pickaxe

Pernyataan Trump tadi muncul usai dirinya menerima laporan bahwa Iran telah memindahkan ribuan sentrifugal nuklirnya ke fasilitas bawah tanah yang ada di Gunung Pickaxe. Laporan itu disampaikan oleh intelijen Israel pada Senin (20/7/2026). Sebagai informasi, sentrifugal nuklir atau sentrifugal gas adalah alat yang digunakan untuk memurnikan uranium agar bisa dijadikan bahan bakar pembangkit listrik atau bahan baku bom nuklir.
Menurut Intelijen Israel, Iran sudah memindahkan ribuan sentrifugalnya dari fasilitas nuklir Natanz ke ruang bawah tanah di Gunung Pickaxe sejak Juni 2025 lalu. Langkah ini dilakukan agar sentrifugal nuklir mereka tetap aman dari serangan AS dan Israel. Sebab, ketika itu, fasilitas nuklir Natanz sedang menjadi target serangan Washington dan Tel Aviv.
2. Israel juga menyebut Iran memindahkan uranium ke Gunung Pickaxe

Dalam hasil investigasinya, intelijen Israel juga menyebut bahwa Iran telah memindahkan cadangan uraniumnya ke Gunung Pickaxe. Menurut Israel, langkah ini dilakukan Iran untuk mengamankan uraniumnya dari ancaman serangan AS. Sebab, sejak berperang dengan Iran pada 28 Februari lalu, Trump kerap ngotot untuk mengambil alih semua cadangan uranium milik Teheran agar mereka tidak bisa mengembangkan program senjata nuklir.
Trump sendiri mengaku belum bisa memastikan kebenaran dari laporan intelijen Israel soal pemindahan sentrifugal nuklir dan uranium Iran ke Gunung Pickaxe. Oleh karena itu, ia mengatakan akan memastikan terlebih dahulu kebenaran laporan tersebut agar tidak salah mengambil keputusan.
3. AS dan Iran masih saling serang

Rencana Trump untuk menyerang situs nuklir Iran di Gunung Pickaxe ini dilontarkan di saat AS dan Iran kini masih saling bertukar serangan. Terbaru, Komando Tengah (CENTCOM) militer AS mengatakan, pihaknya telah merampungkan gelombang serangan ke-11 terhadap Iran pada Selasa malam waktu setempat.
“Serangan udara malam ke-11 berturut-turut terhadap Iran dilakukan untuk lebih melemahkan kemampuan negara tersebut untuk mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz. Dalam serangan tersebut, pasukan AS menargetkan pusat operasi militer Iran, kemampuan maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan drone, dan infrastruktur logistik militer,” bunyi pernyataan resmi CENTCOM dilansir Al Jazeera.



















