Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Gempur Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran, Sirene Meraung

AS Gempur Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran, Sirene Meraung
ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Militer AS melancarkan serangan ke proyek PLTN Darkhovin milik Iran, menjadi gelombang kesembilan sejak konflik kembali pecah pada 11 Juli 2026.
  • Pemerintah Iran mengecam keras serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, sementara IAEA memastikan tidak ada material nuklir di lokasi karena masih tahap pembangunan awal.
  • Serangan ini sudah direncanakan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika negara itu menolak melanjutkan negosiasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Darkhovin milik Iran pada Minggu (19/7/2026). Itu merupakan gelombang serangan ke-9 yang dilakukan Negeri Paman Sam sejak kembali berperang dengan Iran pada 11 Juli lalu. 

"Serangan terhadap fasilitas nuklir yang berada di bawah pengawasan internasional merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional," bunyi pernyataan resmi Badan Energi Atom Iran (AEOI) dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dilansir Anadolu Agency.   

1. Iran tidak menjelaskan kerusakan di PLTN Darkhovin

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Usai serangan terjadi, sirene peringatan bahaya pun langsung meraung kencang di sekitar lokasi PLTN Darkhovin. Para pekerja yang ada sekitar lokasi kejadian pun langsung berlarian untuk berlindung ke tempat yang lebih aman. Hingga saat ini, Pemerintah Iran belum memberikan rincian soal korban jiwa dan kerusakan yang timbul imbas serangan terbaru AS.

AEOI mengecam keras serangan AS ke proyek PLTN Darkhovin. Mereka menyebut serangan itu telah melanggar aturan hukum internasional. 

“Rezim AS yang teroris dan kriminal, yang sifatnya tidak lain adalah intimidasi dan pelanggaran hukum, melakukan tindakan agresif dan biadab yang melanggar hukum internasional,” kata AEOI dilansir Middle East Eye.

2. IAEA merespons serangan AS ke proyek PLTN Darkhovin

Rafael Grossi sedang berbicara di sebuah forum.
potret Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi (flickr.com/IAEA Imagebank via commons.wikimedia.org/IAEA Imagebank)

Serangan AS ke proyek PLTN Darkhovin ini direspons oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menegaskan akan melakukan pengecekan ke lokasi kejadian untuk menginvestigasi kerusakan yang terjadi. 

Grossi menambahkan, serangan AS ke PLTN Darkhovin juga tidak menyebabkan bahaya radiasi apa pun. Sebab, tidak ada material nuklir atau radioaktif di dalam PLTN tersebut. Ini karena PLTN tersebut masih dalam tahap pembangunan awal sehingga belum difungsikan sepenuhnya.  

“Fasilitas tersebut masih dalam tahap pembangunan awal dan tidak mengandung material nuklir apa pun ketika terakhir kali dikunjungi oleh IAEA,” jelas Grossi.

3. Serangan AS ke proyek PLTN Darkhovin sudah direncanakan Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di kantornya di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di kantornya di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Serangan AS ke proyek pembangunan PLTN Darkhovin sebetulnya sudah direncanakan oleh Presiden AS, Donald Trump. Sebab, pada Rabu (15/7/2026) pekan lalu, Trump mengancam akan menyerang seluruh jembatan dan pembangkit listrik yang ada di Iran jika mereka tidak mau melanjutkan negoisasi. 

"Minggu depan, keadaan akan benar-benar buruk bagi mereka (Iran). Kita akan menghancurkan semua pembangkit listrik mereka. Kita juga akan menghancurkan semua jembatan mereka, kecuali mereka mau duduk di meja perundingan," kata Trump dilansir BBC.

Sebagai informasi, PLTN Darkhovin terletak di Provinsi Khuzestan, Iran barat daya. Proyek pembangunan PLTN tersebut sudah dimulai sejak 2022. PLTN tersebut dibangun di sebuah lahan yang ada di dekat Sungai Karun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More