Jakarta, IDN Times - Otoritas Irak mengaku berhasil menahan beberapa kelompok yang diduga akan meluncurkan serangan teroris di gedung pemerintahan. Sejumlah pejabat menuding bahwa pelaku sudah bekerja sama dengan Ukraina.
Sementara itu, situasi di Timur Tengah terus memanas menyusul lanjutan serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Terlebih menyusul serangan AS dan Arab Saudi ke teritori Irak untuk menyasar kelompok militan yang didukung Iran.
