Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Segera Gelar Pemakaman Ayatollah Khamenei, Persiapan Dikebut
potret eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (tasnimnews.ir/Mahmoud Hosseini via commons.wikimedia.org/Mahmoud Hosseini)
  • Pemerintah Iran mempercepat persiapan pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran pada Sabtu, dengan penutupan jalan dan kantor untuk menghindari kemacetan serta siaran penghormatan nasional.
  • Upacara pemakaman Khamenei dan keluarganya diperkirakan dihadiri 15–20 juta pelayat dari dalam dan luar negeri, menjadikannya salah satu acara terbesar dalam sejarah Iran.
  • Setelah upacara di Teheran, jenazah Khamenei akan dibawa ke Najaf dan Karbala sebelum dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya, pada Kamis pekan depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran bakal segera memulai upacara pemakaman eks pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (4/7/2026) pekan ini. Upacara pemakaman Khamenei akan dihadiri oleh banyak orang. Oleh karena itu, Iran kini sedang mempercepat persiapan. 

Upacara pemakaman Khamenei akan dilakukan secara megah di Ibu Kota Teheran. Saat ini, sudah ada beberapa persiapan yang dilakukan di sana. Salah satu contohnya terlihat di Masjid Agung Teheran. Di sana, sudah terpasang foto raksasa Khamenei sebagai mantan Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989. 

1. Sejumlah jalan di Teheran ditutup untuk mencegah penumpukan kendaraan

potret jalan di Kota Teheran, Iran (pexels.com/Mohammad hassan Taheri)

Saat ini, sejumlah jalan di Teheran juga sudah ditutup guna mencegah penumpukan kendaraan pada hari pelaksanaan. Kantor dan tempat umum juga akan ditutup dari Sabtu sampai Senin (6/7/2026) pekan depan. Selain itu, seluruh stasiun televisi Iran juga sudah diminta menyiarkan rekaman yang menunjukkan perjalanan kehidupan Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa mendiang.

Dilansir The New Arab, Selasa (30/6/2026), upacara pemakaman Khamenei di Teheran akan dilakukan bersamaan dengan upacara pemakaman keluarganya yang juga tewas, termasuk sang istri. Sebab, istri Khamenei, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, juga tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari lalu. Ia tewas pada Maret usai menjalani masa kritis di rumah sakit selama beberapa hari.

2. Upacara pemakaman Khamenei bakal dihadiri 15 sampai 20 juta pelayat

ilustrasi pelayat (pexels.com/Mustafa KILIC)

Menurut otoritas Teheran, upacara pemakaman Khamenei dan keluarganya bakal dihadiri oleh 15 sampai 20 juta pelayat. Jumlah itu sudah termasuk pelayat dari 30 negara sahabat yang diprediksi bakal datang pada hari H. Beberapa di antaranya, seperti Irak, Afghanistan, dan Pakistan.   

Warga Iran juga bakal berbondong-bondong datang ke upacara pemakaman Khamenei dan keluarganya di Teheran sebagai bentuk penghormatan terakhir. Sebab, Khamenei merupakan tokoh penting yang sudah sangat berjasa bagi negeri. Hal ini membuat upacara pemakaman Khamenei akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Iran. 

3. Khamenei bakal dimakamkan di tempat kelahirannya

potret Kota Mashhad, Iran (pexels.com/AhmadReza Pishnamazi)

Semua kegiatan yang akan dilakukan di Teheran tadi hanyalah upacara pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Khamenei dan keluarganya. Setelah upacara di Teheran selesai, jenazah Khamenei akan dibawa ke dua kota suci yang ada di Irak, yakni Najaf dan Karbala. Setelah itu, jenazahnya akan dibawa kembali ke Iran, tepatnya ke Kota Mashhad, tempat kelahiran Khamenei. Ia akan dimakamkan di sana pada Kamis (9/7/2026) pekan depan.

Hingga saat ini, belum ada informasi soal kehadiran Pemimpin Tertinggi Iran saat ini sekaligus putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, dalam upacara pemakaman sang ayah. Sejumlah pihak mengatakan Mojtaba tidak akan hadir karena masih dalam persembunyian. Namun, sebagian pihak mengatakan dirinya bakal hadir. 

Pemakaman Khamenei sendiri sempat tertunda akibat perang antara Iran melawan AS dan Israel. Namun, perang kini sudah mereda. Meski sempat kembali saling serang pada Jumat (26/6/2026) dan Sabtu (27/6/2026) pekan lalu, AS dan Iran kini sepakat berdamai dan menyudahi perang. Keduanya juga sedang melanjutkan proses negosiasi di Qatar agar bisa mencapai perdamaian jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article