Jakarta, IDN Times - Kondisi stabilitas moneter Iran menjadi sorotan setelah otoritas keuangan negara tersebut menegaskan ketahanan cadangan devisanya pada Selasa (1/9/2026). Pemerintah Iran memastikan ketersediaan dana valuta asing (valas) tetap aman guna menopang aktivitas perdagangan pokok di tengah gempuran sanksi sepihak.
Langkah stabilisasi ini dirancang untuk merespons dinamika sektor perbankan global yang kian menghimpit pergerakan transaksi komersial negara tersebut. Kebijakan moneter itu sekaligus bertujuan meredam kepanikan para pelaku usaha domestik terhadap prospek fiskal negara.
