Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel resmi meluncurkan tender pembangunan 1.234 unit hunian baru di bagian selatan kawasan E1, Tepi Barat yang diduduki, Selasa (18/8/2026). Peluncuran tender nomor 186/2026 ini merupakan tahap awal dari pemasaran sebagian unit dari total 3.401 unit hunian dalam rencana induk E1, sekaligus menggeser proyek permukiman kontroversial tersebut dari tahap perencanaan menuju realisasi konstruksi fisik di lapangan.
Kebijakan yang diumumkan Kementerian Konstruksi dan Perumahan Israel ini memicu kecaman keras dari pihak Palestina serta berbagai lembaga hak asasi manusia internasional. Langkah tersebut dinilai sengaja dirancang untuk memotong wilayah Tepi Barat menjadi dua bagian terpisah sekaligus mengisolasi Yerusalem Timur dari wilayah Palestina lainnya.
