pemandangan Tepi Barat, Palestina (Travel 2 Palestine, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Keluarga pengungsi mulai kembali ke lingkungan mereka menggunakan kendaraan beberapa menit setelah pasukan Israel meninggalkan kota untuk memeriksa kondisi rumah. Muhannad al-Tamimi, seorang warga lokal yang rumahnya diduduki tentara, mendapati apartemennya berantakan dengan perabotan dan pakaian berserakan di lantai, kasur terbalik, serta sepeda anak yang rusak. Sejumlah warga lain turut melaporkan kehilangan uang tunai dan barang pribadi, sementara Pertahanan Sipil Palestina mengimbau masyarakat tidak menyentuh benda mencurigakan di bangunan yang rusak sebelum diperiksa petugas.
Selain merusak isi bangunan, pasukan Israel menghancurkan 15 rumah dan bangunan lain, termasuk meledakkan rumah dua pelaku penembakan serta menyegel ruang bawah tanah di dekatnya. Tentara juga merusak jalanan beraspal menggunakan buldoser dan menghancurkan kendaraan warga di area pemukiman. Pemerintah Kota Hebron berjanji akan memperbaiki seluruh kerusakan dan tengah mengerahkan tim ke lingkungan terdampak untuk mendata total kerugian.
Penutupan akses kota turut melumpuhkan Hebron yang menyumbang 40 persen perekonomian Palestina dan memiliki 220 dari total 940 pos pemeriksaan militer Israel di Tepi Barat. Blokade ini memaksa 327 toko tutup dan menghentikan operasional 4 ribu pabrik di pusat ekonomi utama tersebut. Kerugian ekonomi langsung akibat penutupan ini melampaui 12 juta shekel (sekitar Rp69,5 miliar) per hari, ditambah kerusakan infrastruktur senilai 1,9 juta dolar AS (sekitar Rp34,5 miliar) serta kerugian sektor kesehatan dan lingkungan sekitar 160 ribu dolar AS (sekitar Rp2,9 miliar).
"Beberapa dari mereka bahkan tidak diberi kesempatan untuk mengosongkan gudang sebelum dihancurkan. Itu adalah bisnis keluarga skala kecil dan menengah yang dibangun selama puluhan tahun tanpa asuransi, sehingga pemiliknya kehilangan bisnis tetapi tetap menanggung utang bank," kata Yousuf Daas, ekonom pembangunan dan ketenagakerjaan di Institut Penelitian Kebijakan Ekonomi Palestina, dilansir Al Jazeera.