Jakarta, IDN Times - Gelombang panas ekstrem yang melanda Jepang terus meningkat hingga mengancam keselamatan jiwa, sehingga memicu situasi darurat kesehatan publik di berbagai wilayah. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Jepang (JMA), sistem tekanan tinggi memicu lonjakan suhu berbahaya, bahkan menembus ambang batas 40 derajat celcius di sejumlah kota di Jepang tengah. Fenomena ini diperparah oleh berakhirnya musim hujan di sebagian besar kepulauan Jepang, memicu peringatan bahaya heatstroke (serangan panas) di lebih dari 40 prefektur, mulai dari wilayah Tohoku hingga Okinawa.
Suhu tertinggi tercatat di Kota Tajimi di Prefektur Gifu yang mencapai 40,3 derajat Celcius. Kondisi serupa terjadi di Kota Toyota, Prefektur Aichi, yang mencatat rekor suhu tertinggi sebesar 40,1 derajat Celcius, serta Kota Gujo yang menyentuh angka 40 derajat Celcius. Wilayah lain, seperti Nagoya dan Kyoto turut melaporkan suhu masing-masing mendekati 39,7 derajat celcius dan 38,2 derajat celcius, dilansir NHK News.
Kondisi ekstrem ini menandai munculnya status kokushobi atau hari yang sangat panas. Kokushobi adalah istilah resmi baru dari JMA untuk mengkategorikan hari dengan suhu melebihi 40 derajat Celcius atau lebih, guna memperingatkan publik atas ancaman fatal dari cuaca panas.
