Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gus Ipul Tegaskan Perubahan Desil Tak Otomatis Hentikan Bansos

Gus Ipul Tegaskan Perubahan Desil Tak Otomatis Hentikan Bansos
Mensos Syaifullah Yusuf bersama Pimred IDN Times Uni Lubis dalam sesi Real Talk di kantor IDN, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Manggar Tirta Alamsyah)
  • Mensos Saifullah Yusuf menegaskan perubahan desil, termasuk tercatat di desil 10, tidak otomatis menghentikan bansos karena penetapan penerima dilakukan tiap tiga bulan.
  • Masyarakat dapat mengusulkan atau menyanggah data lewat aplikasi Cek Bansos, operator SIKS-NG di desa/kelurahan, atau dinas sosial untuk pemutakhiran berikutnya.
  • BPS mengelola DTSEN yang terus diperbarui; pemerintah juga menyiapkan sistem digital agar warga dapat mengajukan bansos dan mengetahui alasan kelayakannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meluruskan anggapan masyarakat yang dalam pemutakhiran data ditemukan berada di desil tinggi, otomatis langsung dicoret dari penerima bantuan sosial.

Menurut Mensos, penetapan penerima bansos dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan hasil pemutakhiran dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, yang selanjutnya diolah dan diukur kembali oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kalau ditemukan ada desil yang kurang tepat, bukan berarti kemudian bansosnya langsung dicoret. Masih ada masa sanggah dan masa pemutakhiran untuk penyaluran berikutnya,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).

  1. 1. Desil 10 tak otomatis dicoret dari bansos

    Gus Ipul Tegaskan Perubahan Desil Tak Otomatis Hentikan Bansos
    Cara cek desil DTSEN. (IDN Times/Nisa Zarawaki)

    Mensos menegaskan informasi yang menyebut seseorang yang sementara tercatat di desil 10 otomatis langsung kehilangan bansos, adalah informasi yang tidak tepat.

    Kemensos, lanjut Gus Ipul, telah menyediakan sejumlah saluran bagi masyarakat untuk memperbaiki data. Melalui aplikasi Cek Bansos, masyarakat dapat melakukan usul maupun sanggah serta melihat posisi desil dalam DTSEN.

    Sementara jalur pemerintah tersedia melalui SIKS-NG, yang dapat diakses operator data desa, kelurahan, serta dinas sosial di seluruh Indonesia, masyarakat juga dapat datang langsung ke desa atau kelurahan untuk mendapatkan bantuan dalam proses pemutakhiran data.

    “Setiap desa dan kelurahan memiliki operator data. Melalui operator inilah usulan pemutakhiran diteruskan untuk diproses,” ujar Mensos.

  2. 2. Data dinamis setiap saat

    Gus Ipul Tegaskan Perubahan Desil Tak Otomatis Hentikan Bansos
    Ilustrasi Pemutahiran DTSEN dan Desil (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Menurut Gus Ipul, sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, BPS menjadi pengelola tunggal Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sementara, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah berperan membantu proses pemutakhiran.

    Berbagai sumber data dari kementerian dan lembaga kemudian diverifikasi, divalidasi, serta disetarakan ukurannya oleh BPS, sebelum disajikan dalam pemeringkatan desil 1 hingga desil 10.

    “Data ini sangat dinamis. Setiap hari ada yang lahir, meninggal, pindah tempat tinggal, menikah, kondisi ekonominya naik, dan ada juga yang turun. Karena itu proses pemutakhiran harus dilakukan terus-menerus,” ujarnya.

  3. 3. Masyarakat bisa ajukan bansos

    Gus Ipul Tegaskan Perubahan Desil Tak Otomatis Hentikan Bansos
    Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memaparkan penyaluran bansos di Gedung Kemensos, Rabu (5/8/2026). (IDN Times/ Dini Suciatiningrum)

    Selain pemutakhiran DTSEN, pemerintah juga tengah memperluas digitalisasi perlindungan sosial. Program tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengajukan diri maupun mengusulkan orang lain untuk mendapatkan bantuan sosial, melalui sistem digital dengan menyertakan data pendukung yang dibutuhkan.

    "Nanti masyarakat bisa mengajukan usulan, kemudian sistem yang memberikan jawaban, apakah memenuhi syarat atau tidak. Kalau belum memenuhi syarat, juga dapat diketahui alasannya, karena datanya terhubung dengan berbagai instansi pemerintah,” kata Gus Ipul.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More