Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menggelar pembicaraan via telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (12/8/2026). Langkah diplomasi ini merespons kelumpuhan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang dipicu kebuntuan perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Teheran.
Tokyo mendesak agar pemulihan akses maritim tersebut priorotaskan demi kelancaran pasokan minyak mentah Timur Tengah ke negerinya yang sangat bergantung pada sumber daya alam. Dalam pembicaraan itu, Takaichi menegaskan kepada Pezeshkian pentingnya agar "navigasi bebas dan aman di Selat Hormuz dipulihkan sesegera mungkin tanpa biaya tambahan," dikutip Kyodo News.
