Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang berencana meminta seluruh warga menyiapkan persediaan makanan dan air minum untuk menghadapi situasi darurat selama minimal tiga hari. Jika memungkinkan, warga dianjurkan memiliki stok kebutuhan pokok untuk bertahan hingga satu minggu.
Imbauan ini disiapkan untuk mengantisipasi bencana besar, seperti gempa bumi dahsyat dan letusan gunung berapi. Pemerintah menilai bantuan penyelamatan dan penyaluran logistik berpotensi terlambat tiba setelah bencana, terutama jika infrastruktur penting mengalami kerusakan.
Menteri Penanggulangan Bencana Jepang, Goshi Hosono, berencana menyampaikan permintaan mendesak kepada masyarakat pada 2 November 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional badan penanggulangan bencana yang baru. Informasi tersebut dilaporkan FNN, afiliasi Fuji TV, pada 27 Oktober.
