Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jepang Minta Warganya Siapkan Stok Makanan Darurat, Ada Apa?
ilustrasi warga Jepang (pexels.com/Axel Garbet)
  • Pemerintah Jepang meminta warga menyiapkan makanan, air minum, dan perlengkapan toilet untuk menghadapi situasi darurat.

  • Persediaan dianjurkan cukup untuk tiga hari dan, jika memungkinkan, hingga satu minggu.

  • Jepang juga menyiapkan perbaikan fasilitas dasar di tempat pengungsian untuk menghadapi bencana besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
27 Oktober

FNN, afiliasi Fuji TV, melaporkan rencana permintaan pemerintah Jepang kepada masyarakat.

Rabu (28/10/2026)

Seoul Economic Daily mengutip pernyataan Goshi Hosono tentang persediaan untuk setidaknya tiga hari dan satu minggu jika memungkinkan.

tanggal 2 bulan depan

Goshi Hosono berencana menyampaikan permintaan mendesak kepada masyarakat. Penyampaian itu bertepatan dengan dimulainya operasional badan penanggulangan bencana yang baru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah Jepang meminta warga menyiapkan makanan, air minum, dan kebutuhan pokok untuk menghadapi situasi darurat.
  • Who?
    Pemerintah Jepang dan Menteri Penanggulangan Bencana Jepang, Goshi Hosono, menyampaikan imbauan tersebut.
  • Where?
    Persiapan dilakukan di rumah warga dan fasilitas pengungsian di Jepang.
  • When?
    Permintaan kepada masyarakat direncanakan disampaikan pada tanggal 2 bulan depan. Informasi tersebut dilaporkan pada 27 Oktober dan dikutip pada Rabu (28/10/2026).
  • Why?
    Untuk mengantisipasi keterlambatan bantuan setelah gempa besar, letusan gunung berapi, atau bencana lain yang merusak infrastruktur penting.
  • How?
    Warga diminta menyiapkan persediaan setidaknya tiga hari, atau satu minggu jika memungkinkan. Pemerintah juga merencanakan peningkatan fasilitas pengungsian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah Jepang meminta warga menyimpan makanan, air minum, dan perlengkapan toilet di rumah. Persediaan itu untuk dipakai saat gempa atau gunung meletus, ketika bantuan belum datang. Menteri Goshi Hosono meminta stok untuk tiga hari, atau satu minggu jika bisa. Pemerintah juga ingin membuat tempat pengungsian lebih nyaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Persiapan makanan, air minum, dan kebutuhan dasar dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri ketika bantuan belum segera menjangkau wilayah terdampak. Perbaikan toilet, makanan hangat, tempat tidur, dan sarana mandi di pengungsian juga dapat mengurangi kesulitan korban selama berada di tempat penampungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang berencana meminta seluruh warga menyiapkan persediaan makanan dan air minum untuk menghadapi situasi darurat selama minimal tiga hari. Jika memungkinkan, warga dianjurkan memiliki stok kebutuhan pokok untuk bertahan hingga satu minggu.

Imbauan ini disiapkan untuk mengantisipasi bencana besar, seperti gempa bumi dahsyat dan letusan gunung berapi. Pemerintah menilai bantuan penyelamatan dan penyaluran logistik berpotensi terlambat tiba setelah bencana, terutama jika infrastruktur penting mengalami kerusakan.

Menteri Penanggulangan Bencana Jepang, Goshi Hosono, berencana menyampaikan permintaan mendesak kepada masyarakat pada 2 November 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional badan penanggulangan bencana yang baru. Informasi tersebut dilaporkan FNN, afiliasi Fuji TV, pada 27 Oktober.

1. Jepang minta warga siapkan kebutuhan darurat

Jepang negara aman untuk warga dan wisatawan (Pexels.com/TonyWu)

Dalam program daring Fuji TV, Hosono mengatakan masyarakat sebaiknya menyiapkan persediaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

“Saya ingin menyampaikan agar masyarakat menyiapkan persediaan untuk setidaknya tiga hari, dan satu minggu jika memungkinkan,” kata Hosono, dikutip dari Seoul Economic Daily, Rabu (28/10/2026).

Ia juga meminta warga memastikan persediaan makanan, air minum, dan perlengkapan toilet tersedia di rumah. Persiapan tersebut diharapkan membantu masyarakat bertahan secara mandiri sampai bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak.

Imbauan ini nantinya juga disampaikan kepada kementerian-kementerian pemerintah pusat dan seluruh prefektur di Jepang.

2. Antisipasi gempa besar hingga letusan Gunung Fuji

Potret Hokusai Special Train yang melintasi Gunung Fuji di Jepang (sunrise-tours.jp)

Pemerintah Jepang mengantisipasi sejumlah ancaman bencana berskala besar. Di antaranya gempa megathrust di Palung Nankai, gempa yang berpusat langsung di bawah ibu kota, gempa besar di sekitar Palung Kuril dan Palung Jepang, serta letusan Gunung Fuji.

Jika bencana besar tersebut terjadi, jalan raya dan jaringan komunikasi berisiko rusak. Kondisi ini dapat menghambat proses evakuasi maupun pengiriman bantuan dari luar wilayah terdampak.

Oleh karena itu, warga diminta menyiapkan kebutuhan darurat sejak dini agar tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah pada masa-masa awal setelah bencana.

3. Jepang juga benahi fasilitas pengungsian

ilustrasi masyarakat di Jepang (pexels.com/Talha Resitoglu)

Selain mendorong kesiapsiagaan rumah tangga, Pemerintah Jepang juga menyoroti pentingnya memperbaiki kondisi kehidupan di tempat pengungsian.

Rencana tersebut mencakup peningkatan fasilitas dasar, seperti toilet, makanan hangat, tempat tidur, dan sarana mandi. Fasilitas yang memadai dinilai penting untuk mengurangi kesulitan yang dialami korban bencana selama berada di pengungsian.

Pemerintah berharap persiapan dari tingkat rumah tangga hingga fasilitas pengungsian dapat memperkuat kemampuan Jepang menghadapi bencana besar dan membantu warga bertahan ketika pertolongan belum dapat segera menjangkau mereka.

Curated For You

Editorial Team

Related Article