Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jurnalis Rusia Divonis 12 Tahun Penjara, Dituding Berkhianat
Ilustrasi pengadilan (magnific.com/fabrikasimf)
  • Pengadilan Kota Moskow menjatuhkan 12 tahun penjara, denda 300 ribu rubel, dan penyitaan aset 1,558 juta rubel kepada jurnalis Darya Shipacheva dalam sidang tertutup.
  • Shipacheva dituduh melakukan pengkhianatan negara melalui transaksi keuangan yang dianggap membantu pihak lawan, sementara keluarganya menyatakan pengiriman uang itu ditujukan kepada kerabat sipil.
  • Vonis ini menambah kasus hukum terhadap jurnalis di Rusia; CPJ menyebut sedikitnya 29 jurnalis dipenjara, sementara Vyorstka mencatat 312 vonis terkait pengkhianatan, spionase, dan kerja sama asing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pengadilan Kota Moskow menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada jurnalis Rusia Darya Shipacheva, pada Rabu (29/7/2026). Putusan atas kasus pengkhianatan terhadap negara ini dibacakan dalam persidangan tertutup selama sekitar satu setengah jam.

Kasus ini menarik perhatian internasional karena rincian dakwaannya dirahasiakan dari publik. Vonis terhadap Shipacheva kian menambah panjang daftar jurnalis yang terjerat kasus hukum di Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

1. Detail vonis penjara, denda, dan penyitaan aset

Majelis hakim Pengadilan Kota Moskow yang dipimpin Sergei Podoprigorov menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara serta denda 300 ribu rubel (Rp67,65 juta) kepada Shipacheva. Hukuman tersebut merupakan sanksi minimum untuk perkara pengkhianatan negara.

Selain hukuman penjara dan denda, pengadilan memutus penyitaan aset terdakwa senilai 1,558 juta rubel (Rp351,37 juta).

"Pengadilan mengabulkan tuntutan jaksa dan menjatuhkan hukuman minimum karena terdakwa mengaku bersalah serta kooperatif selama penyidikan," kata tim kuasa hukum, dilansir The Moscow Times.

Tiim pembela sebelumnya telah meminta hakim mempertimbangkan pengakuan bersalah dan sikap kooperatif Shipacheva sebagai poin peringanan. Meski demikian, pengadilan tetap memutuskan hukuman sesuai tuntutan minimum jaksa.

2. Tuduhan berawal dari dugaan transaksi keuangan

Penyidik menuduh Shipacheva melakukan pengkhianatan negara lewat transaksi keuangan yang dinilai memberikan bantuan kepada pihak lawan. Namun, pihak keluarga tegas membantah tuduhan tersebut.

Kerabat Shipacheva menjelaskan bahwa transaksi tersebut merupakan pengiriman uang biasa kepada anggota keluarga sipil, yang kemudian disalahartikan oleh penyidik.

Shipacheva ditangkap di apartemennya di Moskow pada 23 April 2025. Ia sempat dipindahkan ke pusat penahanan di Rostov-on-Don sebelum akhirnya ditahan di Penjara Lefortovo, Moskow. Ia tidak pernah membahas detail perkara dalam surat-surat yang dikirimkan kepada keluarga selama di tahanan.

3. Dampak kasus terhadap isu kebebasan pers di Rusia

Sebelum terjerat kasus hukum, Shipacheva aktif sebagai jurnalis lepas yang mengulas isu sains, kesehatan, dan sosial. Karya-karyanya terbit di berbagai media, seperti Forbes Russia, RBC, Lenta.ru, Takie Dela, Wonderzine, dan Reminder.

"Setidaknya ada 29 jurnalis yang saat ini dipenjara di Rusia karena pekerjaan mereka," kata perwakilan Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ).

Shipacheva juga sempat mengalami perundungan di media sosial sebelum ditangkap. Sementara itu, lembaga pemantau independen Vyorstka mencatat pengadilan Rusia telah memvonis 312 orang atas kasus pengkhianatan negara, spionase, dan kerja sama ilegal dengan pihak asing—angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article