Jakarta, IDN Times – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mendalami kemungkinan adanya penipuan dan eksploitasi dalam dugaan perekrutan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Federasi Rusia. Pemerintah menilai ada kemungkinan individu yang terlibat awalnya mendapat tawaran pekerjaan dengan tujuan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang kepada IDN Times pada Jumat (4/9/2026) mengatakan, informasi mengenai dugaan keterlibatan sejumlah WNI dalam angkatan bersenjata Rusia masih dalam proses verifikasi. Pemerintah Indonesia tengah memeriksa identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, hingga bentuk keterlibatan para individu yang disebutkan.
“Pemerintah Indonesia juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, atau perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya,” kata Yvonne melalui pesan singkat.
Menurutnya, apabila dalam proses verifikasi ditemukan WNI yang menjadi korban, pemerintah akan mengambil langkah pelindungan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
