Jakarta, IDN Times - Koordinator Residen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Nepal, Lila Pieters Yahia, pada Minggu (6/9/2026) menyampaikan permohonan bantuan segera bagi para korban banjir. Ia mengatakan bahwa kehidupan para penyintas telah berubah drastis hanya dalam waktu sekejap. Keluarga, harta benda dan mata pencaharian mereka lenyap tersapu banjir.
Lebih dari 1.350 orang telah dikonfirmasi tewas setelah banjir dahsyat menerjang wilayah perbatasan China-Nepal pada 26 Agustus 2026. Lebih dari 5.500 lainnya juga dinyatakan hilang di kedua negara, termasuk ratusan warga negara asing (WNA). Banyak wilayah di sekitar pusat bencana hingga kini masih terisolasi.
"Anda kehilangan rumah, kehilangan mata pencaharian, kehilangan orang terkasih dan kehilangan tulang punggung keluarga. Dan tahukah Anda, semua ini terjadi hanya dalam waktu 1-2 menit," kata Pieters Yahia di ibu kota Nepal, Kathmandu, dikutip France24.
