Jakarta, IDN Times - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyebut Israel telah mengancam kehidupan seluruh warganya. Sebab, menurutnya, Tel Aviv kerap mengeluarkan kebijakan yang menyengsarakan warga Palestina yang tinggal di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Pernyataan itu ia sampaikan saat berpidato secara daring pada hari ke-3 sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (24/9/2026).
Presiden Palestina Sebut Israel Ancam Kehidupan Warganya

- Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan kebijakan Israel mengancam kehidupan warga Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur serta mendorong mereka meninggalkan tanah air.
- Dalam pidato daring di Majelis Umum PBB, Abbas mendesak Dewan Keamanan segera mengintervensi agresi Israel untuk meredakan serangan dan mencegah korban terus bertambah.
- Abbas berbicara via video setelah visa dirinya dan delegasi ditolak AS; data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 73.928 tewas dan 175.030 terluka akibat agresi Israel.
"Bahaya tersebut tidak lagi terbatas pada upaya melemahkan solusi dua negara dan mencegah terwujudnya negara Palestina. Kini, bahaya itu telah mengancam kehidupan dan keberadaan rakyat Palestina di tanah air mereka. Apa yang terjadi di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur bukanlah insiden terisolasi, melainkan skema kolonial jahat yang bertujuan untuk mempersulit kehidupan warga Palestina di tanah air mereka dan memaksa mereka untuk meninggalkannya," ujar Abbas.
1. Abbas meminta bantuan Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi agresi Israel

Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). (unsplash.com/Emad El Byed) Abbas menambahkan, agresi Israel di Palestina, terutama di Gaza dan Tepi Barat, kini semakin intens. Korban jiwa imbas agresi tersebut juga semakin banyak. Oleh karena itu, Abbas mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak dalam mengatasi agresi Israel di Gaza dan di wilayah Palestina lainnya. Langkah ini bertujuan agar serangan Israel mereda sehingga korban tidak terus berjatuhan.
"Hal ini membutuhkan intervensi mendesak dan bertanggung jawab dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hari ini kita katakan kepada dunia. Menyelamatkan solusi dimulai dengan melestarikan tanah tempat negara Palestina akan didirikan dan melindungi orang-orang yang tinggal di atasnya," lanjut Abbas.
2. Abbas dilarang datang ke sidang umum PBB di New York

potret sidang Majelis Umum PBB (flickr.com/U.S. Department of the Interior via commons.wikimedia.org/U.S. Department of the Interior) Abbas sendiri hanya berkesempatan menyampaikan pidatonya secara daring melalui rekaman video. Sebab, Abbas kembali dilarang AS untuk hadir di sidang umum PBB yang dihelat di New York. Pengajuan visa Abbas dan delegasinya ditolak oleh AS sehingga ia tidak bisa datang ke New York.
Pada 2025 lalu, larangan serupa juga diberikan AS ke Abbas. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS mengatakan, larangan ini diberikan kepada Abbas karena Palestina gagal menjaga komitmen perdamaian dengan Israel. Padahal, faktanya, Israellah yang gagal menjaga komitmen tersebut. Sebab, hingga saat ini, Tel Aviv masih terus menggempur Gaza dan Tepi Barat.
“Sebagai konsekuensi dari kegagalan mereka (Palestina) untuk melakukan reformasi yang bertentangan dengan komitmen mereka kepada Amerika Serikat dan aktivitas mereka yang terus berlanjut yang merusak prospek perdamaian, Amerika Serikat akan memperpanjang sanksi yang menolak visa kepada anggota PLO dan pejabat Otoritas Palestina,” kata Kemlu AS dilansir The Guardian.
3. Korban tewas imbas agresi Israel di Palestina sudah lebih dari 70 ribu orang

ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner) Hingga saat ini, Israel masih terus menggempur Palestina. Pada Kamis, misalnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meluncurkan serangan bertubi-tubi ke sejumlah wilayah yang ada di Gaza. Dilansir Al Jazeera, serangan tersebut menewaskan enam orang.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, korban tewas imbas agresi Israel di Palestina kini sudah mencapai 73,928 orang. Sementara itu, korban luka sudah mencapai 175,030 orang. Menurut kementerian tersebut, jumlah korban tewas dan korban luka akan semakin bertambah jika agresi Tel Aviv berlanjut.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















