Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korsel Rilis Peringatan Malaria usia Temukan Parasit di Nyamuk
ilustrasi nyamuk malaria (pexels.com/icon0 com)
  • Pemerintah Korea Selatan menerbitkan peringatan malaria nasional setelah KDCA mendeteksi parasit vivax pada nyamuk Anopheles di Paju dan Yeoncheon.
  • KDCA mengingatkan populasi nyamuk vektor dapat melonjak saat gelombang panas mereda dan kelembapan meningkat, sehingga daerah berisiko diminta memperkuat pengendalian.
  • Kasus malaria Korsel turun 43,4 persen menjadi 201 kasus hingga 1 Agustus 2026, tetapi risiko tetap tinggi di kawasan DMZ perbatasan Korea Utara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) merilis peringatan malaria nasional pada Kamis (13/8/2026). Peringatan itu dirilis usai Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KDCA) menemukan parasit malaria di nyamuk yang berkeliaran di sejumlah wilayah di Negeri Ginseng.

"Terdeteksinya parasit pada nyamuk vektor berarti kemungkinan tertular malaria dari gigitan nyamuk yang terinfeksi telah meningkat," demikian bunyi pernyataan resmi KDCA, seperti dikutip Anadolu Agency

1. Parasit malaria ditemukan di nyamuk yang berkeliaran di Paju dan Yeoncheon

potret Kabupaten Yeoncheon, Korea Selatan (commons.wikimedia.org/hyolee2)

KDCA menjelaskan, pihaknya menemukan parasit vivax malaria di dalam sebuah nyamuk antara 27 Juli dan 2 Agustus lalu. Parasit itu bersarang di dalam nyamuk Anopheles yang berkeliaran di Kabupaten Paju dan Yeoncheon. Nyamuk Anopheles sendiri merupakan salah satu jenis nyamuk yang biasanya menjadi vektor atau pembawa penyakit malaria. 

Menurut KCDA, pihaknya sudah mengeluarkan peringatan akan meningkatnya jumlah nyamuk vektor malaria sejak 22 Juni. Peringatan ini menyusul merebaknya kasus infeksi malaria di sejumlah wilayah yang ada di Korsel. Meski ditemukan meningkat, jumlah nyamuk vektor ini masih lebih rendah dari tahun 2025. Hal ini diduga disebabkan serangan gelombang panas yang kini sedang terjadi di Korsel. Fenomena itu menyebabkan larva nyamuk gagal berkembang sehingga populasinya tidak melonjak.  

2. Populasi nyamuk vektor bisa meningkat saat gelombang panas usai

ilustrasi serangan gelombang panas (pexels.com/Sean P. Twomey)

Namun, KCDA mengingatkan, populasi nyamuk vektor malaria bisa kembali melonjak jika serangan gelombang panas usai. Apalagi, jika kelembapan udara meningkat. Larva nyamuk akan jauh lebih mudah berkembang. Oleh karena itu, KCDA mengingatkan semua daerah di Korsel yang berisiko tinggi terjadi wabah malaria untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum terlambat.  

"Kepadatan nyamuk dapat meningkat lagi begitu cuaca panas mereda. Jadi, pemerintah daerah di daerah berisiko perlu meningkatkan pengendalian komprehensif untuk menurunkan jumlahnya," kata Lim Seung-kwan, Komisaris KCDA, dilansir Korea JoongAng Daily

3. Kasus malaria di Korsel menurun dari 2025

ilustrasi nyamuk malaria (pexels.com/Pixabay)

Secara keseluruhan, jumlah kasus malaria di Korsel pada 2026 ini sebetulnya menurun 43,4 persen dari jumlah kasus yang muncul pada 2025. Sejak 1 Januari sampai 1 Agustus kemarin, hanya ada 201 kasus malaria yang terjadi di Korsel. Sementara pada periode yang sama di 2025, ada sekitar 355 kasus infeksi malaria yang ditemukan.

Meski menurun, Pemerintah Korsel tetap menerbitkan peringatan nasional terkait kasus malaria. Hal ini bertujuan sebagai langkah pencegahan agar kasus infeksi malaria tidak meningkat dari tahun sebelumnya. 

Sebagai informasi, kasus malaria di Korsel biasanya terkonsentrasi di zona demiliterisasi (DMZ). DMZ sendiri merupakan zona bebas militer yang ada di perbatasan antara Korsel dan Korea Utara (Korut). Menurut KCDA, risiko penyebaran malaria di daerah tersebut meningkat setiap tahunnya.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article