Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jepang Dilanda Hujan Ekstrem, 4 Orang Tewas dan Ribuan Terdampar

Jepang Dilanda Hujan Ekstrem, 4 Orang Tewas dan Ribuan Terdampar
ilustrasi hujan (pexels.com/Iban Lopez Luna)
  • Hujan ekstrem di Prefektur Chiba menewaskan sedikitnya empat orang, memicu evakuasi besar, dan membuat otoritas mengerahkan personel tentara untuk penanganan bencana.
  • Curah hujan di sejumlah wilayah Chiba melampaui 36 sentimeter dalam 24 jam, mencapai 115 milimeter per jam, serta memicu ancaman longsor dan pemadaman listrik.
  • Banjir melumpuhkan transportasi dan infrastruktur, membuat sekitar 6.000 orang bermalam di Bandara Narita, ratusan terjebak di stasiun, serta menutup jalan tol utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Cuaca ekstrem menerjang Prefektur Chiba di Jepang bagian timur hingga menewaskan sedikitnya empat orang dan memicu peringatan hujan level tertinggi untuk pertama kalinya. Bencana ini memutus aliran listrik, menggenangi jalanan, serta melumpuhkan jalur transportasi utama di tengah puncak musim liburan.

Penghentian layanan kereta membuat sekitar 6 ribu orang harus bermalam di Bandara Narita Tokyo, dari total hampir 7 ribu penumpang yang terdampak. Ratusan warga juga terjebak di Stasiun Chiba, sementara sekitar 1.700 orang memilih mengungsi di gedung pemerintah prefektur setempat.

  1. 1. Hujan ekstrem memicu evakuasi warga Chiba

    ilustrasi banjir
    ilustrasi banjir (pexels.com/Sveta K)

    Tingginya curah hujan membuat otoritas setempat mengerahkan personil tentara untuk membantu proses evakuasi dan penanganan bencana. Korban meninggal yang telah terkonfirmasi meliputi seorang lansia pria berusia 60 hingga 70-an tahun yang ditemukan di jalanan banjir, perempuan 66 tahun di dalam mobil yang tenggelam, serta pria yang ditemukan tak sadarkan diri di jalan, sementara identitas korban keempat masih didata.

    Gubernur Chiba, Toshihito Kumagai, menggambarkan kondisi darurat tersebut kepada awak media dengan membandingkannya pada pengalaman penanganan bencana yang pernah ia lalui sebelumnya.

    “Kasus ini adalah situasi yang sangat tidak biasa, bahkan menurut standar cuaca historis Jepang. Saya telah menangani banyak bencana di masa lalu, tetapi saya belum pernah mengalami kasus seperti ini,” ungkapnya pada Kamis (13/8/2026), dikutip Deutsche Welle (DW).

  2. 2. Curah hujan ekstrem memecahkan rekor Chiba

    ilustrasi hujan
    ilustrasi hujan (pexels.com/Julien)

    Catatan intensitas hujan menunjukkan lonjakan tajam yang melampaui rekor cuaca harian di wilayah tersebut. Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyebut kejadian ini sebagai hujan lebat dengan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara DW melaporkan curah hujan di sejumlah titik Chiba melebihi 36 sentimeter dalam 24 jam hingga memicu ancaman longsor dan memadamkan listrik bagi 25 ribu rumah tangga.

    The Guardian melaporkan hujan di beberapa area mencapai 115 milimeter per jam, jumlah yang setara dengan rata-rata akumulasi hujan sepanjang bulan Agustus. Kondisi tersebut memicu perintah evakuasi bagi 400 ribu warga serta menyebabkan pasokan listrik terputus di 45 ribu rumah.

  3. 3. Banjir mengganggu infrastruktur dan transportasi Chiba

    ilustrasi banjir
    ilustrasi banjir (pexels.com/Sveta K)

    Rekaman media memperlihatkan kerusakan fisik dan lumpuhnya aktivitas publik di sejumlah lokasi. Tayangan Nippon Hoso Kyokai (NHK) menampilkan kendaraan yang terendam hingga bagian lampu depan, serta semburan air dari manhole yang tingginya melebihi gedung lima lantai.

    Penutupan jalan tol utama menuju Narita memaksa para pengemudi beralih ke jalur alternatif, sementara sebagian penerbangan dan perjalanan kereta mulai kembali beroperasi secara bertahap. Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia turut memicu peningkatan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem.

    Disisi lain, seorang penumpang menceritakan pengalamannya.

    “Saya tidak pernah berpikir saya akan menghabiskan malam di bandara tetapi memang begitu adanya dan kami sedang belajar. Kami tidak akan pernah melupakan perjalanan ini,” tuturnya kepada NHK.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More