Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tangguhkan Spanyol dalam Schengen, PM Italia: Kami Lindungi Perbatasan
ilustrasi bendera Italia (unsplash.com/michelebit_)
  • Menlu Italia Antonio Tajani menyerukan penangguhan sementara Spanyol dari Schengen setelah ratusan migran Maroko memasuki Ceuta, dengan alasan imigrasi ilegal mengancam keamanan nasional Italia.
  • PM Giorgia Meloni menyatakan Italia siap memperketat perlindungan perbatasan, melawan penyelundupan manusia, dan memastikan repatriasi; ia membahas pengamanan perbatasan bersama Matteo Salvini dan Tajani.
  • Spanyol memprotes pernyataan Italia dengan memanggil Dubes Giuseppe Buccino Grimaldi di Madrid. Menlu Jose Manuel Albares menilai Italia tidak menunjukkan solidaritas sebagai sesama anggota UE.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia, Antonio Tajani menyerukan agar Spanyol ditangguhkan sementara dalam Schengen pada Kamis (30/7/2026). Usulan ini menyusul masuknya ratusan migran asal Maroko di wilayah terluar Spanyol, Ceuta. 

Pada 2021, krisis migrasi sudah terjadi di Ceuta ketika sekitar 8 ribu warga Maroko masuk ke wilayah tersebut. Situasi itu disebabkan oleh ketegangan antara Maroko dan Spanyol usai bersedia menampung pemimpin Front Polisario, Brahim Ghali. 

1. Italia bakal tangguhkan pembebasan perjalanan dari Spanyol

ilustrasi bendera Italia (pexels.com/jeshoots)

Tajani mengungkapkan, penutupan zona bebas perjalanan dari Spanyol sangat memungkinkan. Menurutnya, imigrasi yang tidak terkontrol imbas masuknya imigran ilegal akan mengancam keamanan nasional di Italia. 

“Kondisi terkini di Ceuta menggambarkan bahwa keputusan pemerintah Spanyol yang memberikan kewarganegaraan kepada lebih dari 500 ribu imigran ilegal disalahgunakan dan mendorong penyelundupan manusia,” terangnya, dikutip dari Euronews.

Hingga kini, masih belum ada kepastian soal pernyataan Italia ini. Selain itu, belum ada permintaan resmi ke Uni Eropa (UE) atau tanggal pasti soal pembatasan yang akan dilakukan Italia kepada Spanyol. 

2. Meloni sebut akan mempertahankan perbatasan Italia

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. (Elekes Andor, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni ikut menyuarakan soal insiden di Ceuta. Ia menekankan bahwa Italia sudah siap untuk mempertahankan perbatasan Italia dan menangguhkan Spanyol dalam zona Schengen. 

“Kami tidak akan menyerah sedikit pun kepada imigrasi ilegal. Melindungi perbatasan negara kita, menghentikan penyelundupan manusia, dan menjamin efektivitas repatriasi akan terus berlanjut dalam pemerintahan ini,” ungkapnya, dikutip dari EFE.

Menyusul insiden ini, Meloni sudah bertemu dengan Wakil PM Italia, Matteo Salvini dan Menlu Tajani untuk mendiskusikan pengamanan perbatasan. Semenatra, pernyataan dari pemerintah Italia ini memicu ketegangan antara Spanyol dan Italia. 

3. Spanyol sebut Italia tidak tunjukkan solidaritas ke negaranya

ilustrasi bendera Spanyol. (unsplash.com/harlynkingm)

Menyusul pernyataan Italia, Menlu Spanyol, Jose Manuel Albares memanggil Duta Besar (Dubes) Italia di Madrid, Giuseppe Buccino Grimaldi. Pemanggilan ini sebagai bentuk protes atas pernyataan Roma imbas krisis migrasi di Ceuta. 

Menurutnya, pernyataan Italia tidak mencerminkan sebuah negara yang bersahabat dan rekan yang sebenarnya. Ia mengharapkan Italia sebagai sesama negara UE, menunjukkan solidaritas bukan menghasut dan menyebarkan ketakutan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article