ilustrasi ruang hijau, pepohonan, penghijauan (pexels.com/Andy Lee)
Peneliti dari Urban Forest Research Center, Choi Su-min, menjelaskan bahwa hutan kota merupakan infrastruktur hijau yang sangat penting untuk melindungi masyarakat dari gelombang panas yang semakin ekstrem. Ia juga menekankan bahwa kawasan dengan kanopi berlapis dan perpaduan berbagai jenis pohon sebaiknya menjadi prioritas dalam pembangunan taman maupun ruang hijau di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan kota berbasis ekologi menjadi semakin penting di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim.
Pandangan tersebut diperkuat oleh hasil penelitian dalam Climate Risk Management yang menyebutkan bahwa ruang hijau kini bukan lagi sekadar elemen estetika kota. Menurut penelitian tersebut, ruang hijau merupakan solusi berbasis alam yang efektif untuk meningkatkan kenyamanan termal, membantu adaptasi terhadap perubahan iklim, dan mendukung kesehatan masyarakat. Dengan memperbanyak ruang hijau yang dirancang secara tepat, kota memiliki peluang lebih besar untuk tetap nyaman dihuni meskipun suhu global terus meningkat.
Hutan kota membuktikan bahwa solusi menghadapi gelombang panas gak selalu harus bergantung pada teknologi yang mahal. Pepohonan mampu memberikan efek pendinginan secara alami melalui naungan dan proses evapotranspirasi, bahkan manfaatnya tetap terasa hingga malam hari.
Berbagai penelitian dari Korea Selatan maupun hasil kajian ilmiah internasional menunjukkan bahwa ruang hijau memiliki peran penting dalam mengurangi suhu perkotaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, memperluas hutan kota dan merancang ruang hijau dengan komposisi vegetasi yang tepat dapat menjadi investasi jangka panjang agar kota tetap sejuk, sehat, dan nyaman di tengah perubahan iklim.