Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Cockroach Movement di India yang Sukses Menggoyang Rezim Modi
Logo gerakan anak muda dan mahasiswa di India, Cockroach Janta Party (CJP). (cockroachjantaparty.org)
  • Cockroach Movement muncul di India sejak Mei 2026 setelah Ketua Mahkamah Agung Surya Kant menyebut kritikus dan pemuda pengangguran sebagai “parasit” serta “kecoak”.
  • Kelompok satir Cockroach Janta Party, dipelopori Abhijeet Dipke, meraih lebih dari 11 juta pengikut Instagram dalam tiga hari dan 350 ribu pendaftar, sambil mengusung manifesto reformasi.
  • Demonstrasi mahasiswa di New Delhi terkait kebocoran ujian dan penilaian digital berujung mundurnya Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan pada 25 Juli 2026, di tengah tekanan terhadap pemerintahan Modi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gelombang protes generasi muda dan mahasiswa yang dikenal sebagai Cockroach Movement terjadi di India sejak Mei 2026. Gerakan yang dipimpin oleh kelompok Cockroach Janta Party (CJP) ini bahkan sukses memaksa seorang pejabat tinggi negara mundur dari jabatannya. Fenomena ini juga menandai salah satu penolakan publik terbesar bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

Awalnya, aksi yang dipelopori oleh anak muda tersebut menjadi sebuah respons bernada parodi terhadap penyataan kontroversial seorang pejabat India. Namun, aksi tersebut menjadi gerakan demonstrasi yang menyampaikan rasa frustrasi atas keadaan. Siapa sangka, gerakan ini justru menjadi tentangan paling keras bagi Modi sejak menjadi orang nomor satu India pada 2014.

1. Asal-usul nama gerakan berasal dari pernyataan kontroversial Ketua Mahkamah Agung India

ilustrasi peradilan, mahkamah agung (unsplash.com/Tingey Injury Law Firm)

Dilansir The New Indian Express, awal mula Cockroach Movement berakar dari sidang Mahkamah Agung India terkait sengketa advokat senior pada 15 Mei 2026. Majelis hakim menolak gugatan pemohon akibat penggunaan bahasa yang dinilai tak pantas di media sosial. Dalam persidangan tersebut, Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant, juga secara terbuka menegur pemohon.

Namun, Kant membandingkan kritikus serta pemuda pengangguran dengan "parasit" dan "kecoak" yang beralih menjadi aktivis media sosial demi menyerang lembaga negara. Pernyataan kontroversial tersebut langsung memicu gelombang kecaman luas dari publik. Hinaan dari pejabat tinggi dimanfaatkan oleh para pemuda dan mahasiswa untuk melahirkan gerakan protes besar-besaran.

2. Gerakan CJP lahir sebagai respons bernada parodi dari kelompok anak muda India

Akun media sosial Instagram resmi gerakan Cockroach Janta Party yang dibentuk pada 16 Mei 2026. (instagram.com/cockroachjantaparty)

Gerakan Cockroach Janta Party (CJP, Partai Rakyat Kecoak), plesetan dari Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipimpin Modi, lahir pada 16 Mei 2026. Pencetus CJP adalah seorang pakar strategi komunikasi digital berusia 30 tahun, Abhijeet Dipke, yang juga lulusan Boston University. Nama "kecoak" dipilih sebagai respons satir atas pernyataan kontroversial Ketua Mahkamah Agung India sehari sebelumnya.

Dilansir Al Jazeera, akun Instagram CJP mendapat lebih dari 11 juta pengikut hanya dalam tiga hari. Sebagai pembanding, partai BJP hanya memiliki 8 juta pengikut di Instagram. Selain itu, lebih dari 350 ribu orang telah mendaftar menjadi anggota partai tersebut melalui Google Form. Simbol kecoak berubah dari sekadar sindiran menjadi lambang baru perlawanan anak muda India.

3. CJP juga merilis manifesto berisi lima poin, salah satunya agar kuota perempuan di parlemen diperbanyak

Tangkapan layar manifesto berisi lima poin yang tercantum di situs resmi milik gerakan Cockroach Janta Party (CJP). (cockroachjantaparty.org)

Hanya beberapa hari setelah lahir, CJP merilis manifesto berisi lima poin di situs resmi mereka. Poin pertama, tidak ada Ketua Mahkamah Agung yang boleh diberi kursi di Rajya Sabha (Dewan Perwakilan Daerah/Majelis Tinggi) sebagai "hadiah" setelah pensiun. Poin kedua, jika ada hak suara sah milik warga yang dicabut, Ketua Komisi Pemilihan Umum harus ditangkap di bawah Undang-Undang Pencegahan Kegiatan Tak Berizin (UAPA), karena mencabut hak pilih warga dianggap CJP "tidak ada bedanya dengan tindakan terorisme."

Poin ketiga, perempuan harus mendapatkan kuota keterwakilan sebesar 50 persen (bukan lagi 33 persen) tanpa perlu menambah jumlah anggota Parlemen, serta 50 persen dari seluruh posisi Menteri di Kabinet harus dikhususkan untuk perempuan. Poin keempat, seluruh lembaga media massa yang dimiliki oleh Adani Group dan Reliance Industries harus dicabut izin usahanya demi memberi ruang bagi media independen. Selain itu, CJP menuntut rekening bank para presenter televisi yang memihak pemerintah harus diperiksa.

Poin terakhir menyasar anggota parlemen. Mereka menuntut setiap Anggota Dewan Legislatif Daerah (MLA) atau Anggota Parlemen (MP) yang berpindah atau membelot dari satu partai ke partai lain dilarang mencalonkan diri dalam pemilu dan dilarang menduduki jabatan publik selama 20 tahun.

4. Gerakan ini berhasil memaksa Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, mundur dari jabatannya

Puncak Cockroach Movement terjadi ketika puluhan ribu mahasiswa memenuhi jalanan ibu kota New Delhi pada 20 Juli 2026, tetapi dibubarkan oleh polisi dengan kekerasan. Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, dituntut mengundurkan diri akibat mencuatnya kasus kebocoran soal ujian nasional serta kontroversi penilaian ujian digital.

Tekanan publik yang tak terbendung akhirnya membuat Pradhan mundur dari jabatannya pada 25 Juli 2026. Ini menjadi momen langka sepanjang 12 tahun kepemimpinan Narendra Modi, di mana seorang menteri senior mundur akibat desakan massa.

Pukulan untuk partai BJP belum berhenti. Dilansir The Guardian, mereka mengalami kekalahan di pemilu sela tingkat lokal serta menurunnya citra politik sang perdana menteri di mata pemilih muda. Modi sendiri berjanji akan melakukan rekonsiliasi dan merumuskan kebijakan untuk mengatasi tingginya angka pengangguran. Namun, Cockroach Movement menjadi bukti nyata bahwa suara anak muda bisa membuat pemerintahan gentar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article