Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Copernicus, Sistem Satelit Uni Eropa untuk Mitigasi Bencana
Bendera Uni Eropa. (unsplash.com/waldemarbrandt67w)
  • Uni Eropa menawarkan Copernicus untuk mendukung pencarian dan penyelamatan korban gempa di Indonesia.
  • Copernicus mengolah data dari satelit, darat, laut, dan udara menjadi informasi untuk berbagai kebutuhan.
  • Data satelit dapat memetakan wilayah terdampak dan menunjukkan lokasi serta skala kerusakan saat kondisi darurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah data Copernicus membantu penanganan bencana?
Vote Now
Sabtu (15/8/2026)

Ursula von der Leyen menyatakan Copernicus siap dikerahkan untuk mendukung pencarian dan penyelamatan korban gempa di Indonesia melalui X.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah data Copernicus membantu penanganan bencana?
Vote Now
  • What?
    Uni Eropa menawarkan penggunaan sistem observasi Bumi Copernicus untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa.
  • Who?
    Uni Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, BRIN, pemerintah, dan tim penyelamat.
  • Where?
    Indonesia, pada wilayah yang terdampak gempa.
  • When?
    Ursula von der Leyen menyampaikan kesiapan Copernicus melalui X pada Sabtu (15/8/2026).
  • Why?
    Data pengamatan wilayah terdampak diperlukan dalam penanganan kondisi darurat dan operasi pencarian serta penyelamatan.
  • How?
    Copernicus menggunakan data satelit dan sensor untuk pemetaan cepat wilayah terdampak, termasuk lokasi serta skala kerusakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah data Copernicus membantu penanganan bencana?
Vote Now

Uni Eropa punya Copernicus, yaitu mata di langit. Ursula von der Leyen bilang Copernicus siap membantu Indonesia mencari dan menyelamatkan korban gempa. Copernicus melihat daerah yang kena gempa dengan satelit dan sensor. Datanya bisa menunjukkan tempat dan besar kerusakan supaya pemerintah dan tim penyelamat bisa menentukan langkah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah data Copernicus membantu penanganan bencana?
Vote Now

Ketersediaan data Copernicus secara terbuka dan gratis memberi peluang pemanfaatan informasi pengamatan Bumi oleh pemerintah, ilmuwan, dan pengguna lain. Dalam kondisi darurat, pemetaan cepat wilayah terdampak dapat membantu memberikan gambaran lokasi serta skala kerusakan bagi pemerintah dan tim penyelamat saat menentukan langkah penanganan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah data Copernicus membantu penanganan bencana?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Uni Eropa menawarkan penggunaan sistem observasi Bumi Copernicus untuk membantu Indonesia dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa. Sistem ini dapat menyediakan data pengamatan wilayah terdampak yang berguna dalam penanganan kondisi darurat.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan Copernicus siap dikerahkan untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa di Indonesia. Ia menyebut sistem tersebut sebagai ‘mata Eropa di langit’.

“Dari solidaritas menjadi tindakan, Eropa senantiasa siap mengerahkan Copernicus, mata kami di langit, untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Indonesia, kami berdiri bersamamu,” kata Von der Leyen melalui X, Sabtu (15/8/2026).

Lantas, apa sebenarnya Copernicus dan bagaimana sistem tersebut dapat membantu penanganan bencana?

1. Program observasi bumi milik Uni Eropa

Citra satelit La Rinconada (commons.wikimedia.org/Copernicus Sentinel-2)

Berdasarkan penjelasan di website Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Copernicus merupakan program observasi Bumi atau Earth Observation andalan Uni Eropa yang bertujuan memantau planet Bumi dan lingkungannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dunia.

Program yang dikelola Komisi Eropa tersebut mengumpulkan data dalam jumlah besar dari satelit serta sistem pengukuran yang berada di darat, laut, dan udara. Data tersebut kemudian diolah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

BRIN menjelaskan, Copernicus menjadi salah satu bagian dari Program Antariksa Eropa (The European Space Programme). Data yang dihasilkan tersedia secara terbuka dan gratis, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengguna di berbagai negara.

2. Didukung satelit Sentinel dan sensor

Penampakan salju di Gurun Sahara yang diambil dari citra satelit Sentinel 2 (commons.wikimedia.org/Sentinel Hub)

Copernicus mengandalkan dua sumber data utama, yakni komponen satelit atau Space Component dan komponen pengukuran langsung atau In Situ Component.

Untuk komponen satelit, Copernicus menggunakan konstelasi satelit Sentinel milik Uni Eropa. Sistem tersebut juga dapat memanfaatkan data dari satelit komersial maupun satelit yang dimiliki negara lain.

Sementara itu, komponen In Situ menggunakan berbagai sensor fisik yang ditempatkan di darat, laut, maupun udara. Data tersebut digunakan untuk melengkapi sekaligus memvalidasi hasil pengamatan satelit.

BRIN menjelaskan, data dari berbagai sumber tersebut kemudian diolah menjadi enam layanan utama Copernicus, yakni pemantauan atmosfer, lingkungan laut, wilayah daratan, perubahan iklim, manajemen keadaan darurat, serta keamanan.

3. Bisa digunakan saat bencana

Kondisi bangunan yang terdampak bencana gempa Flores. (Dok BPBD NTT)

Salah satu layanan penting dalam konteks gempa di Indonesia adalah Copernicus Emergency Management Service. Layanan ini dirancang untuk membantu penanganan berbagai kondisi darurat, termasuk bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran hutan.

Dalam kondisi bencana, data satelit dapat digunakan untuk membuat pemetaan wilayah terdampak secara cepat. Informasi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai lokasi dan skala kerusakan sehingga membantu pemerintah maupun tim penyelamat menentukan langkah penanganan.

Menurut BRIN, akses terhadap data Copernicus yang terbuka dan gratis juga menjadi salah satu keunggulan sistem tersebut. Informasi pengamatan Bumi dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, ilmuwan, maupun pengguna lain untuk berbagai kebutuhan.

Selain manajemen bencana, Copernicus memiliki layanan untuk memantau kualitas udara, lapisan ozon, gas rumah kaca, kondisi laut, penggunaan lahan, tutupan hutan, hingga perubahan iklim.

Dengan cakupan tersebut, Copernicus tidak hanya berfungsi sebagai sistem pemantauan dari luar angkasa. Data yang dikumpulkan juga dapat menjadi dasar analisis untuk memahami perubahan lingkungan, merespons bencana, serta mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Pilih pendapatmu soal pemanfaatan Copernicus

Apakah data Copernicus membantu penanganan bencana?

See More
Sangat membantu
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Perlu dipelajari dulu

Curated For You

Editorial Team

Related Article