Jakarta, IDN Times - Uni Eropa menawarkan penggunaan sistem observasi Bumi Copernicus untuk membantu Indonesia dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa. Sistem ini dapat menyediakan data pengamatan wilayah terdampak yang berguna dalam penanganan kondisi darurat.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan Copernicus siap dikerahkan untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa di Indonesia. Ia menyebut sistem tersebut sebagai ‘mata Eropa di langit’.
“Dari solidaritas menjadi tindakan, Eropa senantiasa siap mengerahkan Copernicus, mata kami di langit, untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Indonesia, kami berdiri bersamamu,” kata Von der Leyen melalui X, Sabtu (15/8/2026).
Lantas, apa sebenarnya Copernicus dan bagaimana sistem tersebut dapat membantu penanganan bencana?
