BNPB Catat 995 Kali Gempa Susulan Usai Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

- BNPB mencatat 995 gempa susulan di NTT setelah gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
- Dari total gempa susulan, 46 kali di antaranya dirasakan masyarakat.
- Hingga 16 Agustus 2026 sore, korban meninggal mencapai 53 orang dan 135 korban luka dirawat.
Jakarta, IDN Times - Terdapat 995 kali gempa susulan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) usai daerah itu diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
"Dari BMKG itu untuk gempa susulan hingga tanggal 16 Agustus pukul 15.00 WIB, total gempa susulan berjumlah 995 kali," kata Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam jumpa pers, Minggu (16/8/2026).
Kendati demikian, Muhari mengatakan gempa yang dirasakan oleh masyarakat hanya sebanyak 46 kali. Artinya, angka itu tidak lebih dari 10 persen dari total gempa susulan tersebut.
"Yang perlu kita pahami, gempa susulan ini diperlukan oleh struktur patahan gempa yang terjadi untuk kembali menjadi stabil. Jadi ini adalah fenomena alam yang memang harus kita lalui dan kita harapkan energi yang lepas bisa segera meluruh sehingga gempa susulan tidak lagi signifikan dan tidak lagi dirasakan oleh masyarakat," kata dia.
Adapun, hingga Minggu (16/8/2026) sore, korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kemarin, bertambah menjadi 53 orang.
BNPB melaporkan korban luka akibat gempa yang dirawat di fasilitas kesehatan berjumlah total 135 jiwa. Selain itu, akibat guncangan gempa bumi berkekuatan 7,7 Magnitudo itu, ada 154 unit rumah rusak berat, 49 unit rusak sedang, dan 38 unit rusak ringan akibat gempa.
"Tentu saja data berkembang dinamis, dan akan melakukan percepatan dalam validasi data," ujar dia.



















