ilustrasi penjara (unsplash.com/Ye Jinghan)
Sejak menjabat pada akhir 2022, Ben-Gvir terus memperketat aturan bagi para tahanan Palestina di seluruh fasilitas penjara Israel. Langkah itu mencakup pemotongan pasokan air dan makanan, pembatasan kunjungan keluarga, pengurangan durasi mandi, hingga pemindahan paksa ratusan tahanan ke berbagai fasilitas.
Lembaga bantuan hukum dan hak asasi manusia (HAM) melaporkan peningkatan kasus kekerasan dan pengabaian medis di bawah kepemimpinan Ben-Gvir. Sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023, lebih dari 100 tahanan Palestina telah meninggal dunia di balik jeruji besi akibat kondisi penahanan yang memburuk.
"Kemunculan Ben-Gvir di fasilitas tahanan perempuan, merekam mereka dan mempublikasikannya, merupakan serangan terhadap martabat manusia," tutur perwakilan Klub Tahanan Palestina, dilansir The Times of Israel.
Berdasarkan laporan lembaga HAM, saat ini terdapat sekitar 9.500 warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 94 orang merupakan tahanan perempuan dan lebih dari 350 orang lainnya adalah anak-anak.