Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri Israel Unggah Video Ejek Tahanan Perempuan Palestina
Ilustrasi penjara (unsplash.com/Emiliano Bar)
  • Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video di Penjara Damon yang memperlihatkan ia menolak keluhan tahanan perempuan Palestina mengenai mandi, pakaian, dan kebutuhan pribadi.
  • Ben-Gvir menegaskan pemangkasan fasilitas penjara akan berlanjut; kebijakannya sejak akhir 2022 mencakup pembatasan air, makanan, kunjungan keluarga, mandi, serta pemindahan tahanan.
  • Kunjungan dan video tersebut dikecam lembaga Palestina sebagai intimidasi serta penghinaan; laporan HAM mencatat memburuknya kondisi penahanan dan lebih dari 100 tahanan Palestina meninggal sejak Oktober 2023.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menuai kecaman usai mengunggah rekaman dirinya mengejek tahanan perempuan Palestina di media sosial X pada Minggu (30/8/2026). Video tersebut diambil saat ia mengunjungi fasilitas Penjara Damon di Israel utara.

Dalam rekaman itu, para tahanan mengeluhkan buruknya kondisi penjara. Namun, Ben-Gvir mengabaikan keluhan mereka dan menyatakan bahwa pihaknya akan terus memangkas fasilitas yang ada.

1. Ben-Gvir tolak keluhan tahanan di Penjara Damon

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. (DedaSasha, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Rekaman yang beredar memperlihatkan sejumlah tahanan perempuan Palestina berdiri di dekat dinding saat berbicara dengan Ben-Gvir. Salah satu tahanan yang berbicara diidentifikasi sebagai Yasmine Shaaban yang ditangkap kembali oleh pasukan Israel di Jenin pada Mei 2025. Ia mengeluhkan bahwa mereka tidak diizinkan mandi selama tiga hari, mengganti pakaian dan kurangnya pasokan kebutuhan pribadi.

Ben-Gvir menyatakan tidak akan memberi kelonggaran dan menegaskan bahwa fasilitas di penjara memang sengaja dipangkas seminimal mungkin. Ia beralasan para sandera Israel yang ditawan di Gaza hidup dalam kondisi yang jauh lebih memprihatinkan tanpa perlengkapan kebersihan.

"Kondisi baik yang dulu ada di penjara sudah berakhir. Ini adalah situasi saat ini, dan saya bertanggung jawab langsung atas segalanya," kata Ben-Gvir, dilansir Al Jazeera.

Tindakan Ben-Gvir memicu kecaman dari berbagai pihak di Palestina. Komisi Urusan Tahanan Palestina menilai kunjungan tersebut bukan inspeksi resmi, melainkan bentuk intimidasi dan penghinaan terencana demi kepentingan politik.

2. Ben-Gvir perketat kebijakan penjara untuk tahanan Palestina

ilustrasi penjara (unsplash.com/Ye Jinghan)

Sejak menjabat pada akhir 2022, Ben-Gvir terus memperketat aturan bagi para tahanan Palestina di seluruh fasilitas penjara Israel. Langkah itu mencakup pemotongan pasokan air dan makanan, pembatasan kunjungan keluarga, pengurangan durasi mandi, hingga pemindahan paksa ratusan tahanan ke berbagai fasilitas.

Lembaga bantuan hukum dan hak asasi manusia (HAM) melaporkan peningkatan kasus kekerasan dan pengabaian medis di bawah kepemimpinan Ben-Gvir. Sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023, lebih dari 100 tahanan Palestina telah meninggal dunia di balik jeruji besi akibat kondisi penahanan yang memburuk.

"Kemunculan Ben-Gvir di fasilitas tahanan perempuan, merekam mereka dan mempublikasikannya, merupakan serangan terhadap martabat manusia," tutur perwakilan Klub Tahanan Palestina, dilansir The Times of Israel.

Berdasarkan laporan lembaga HAM, saat ini terdapat sekitar 9.500 warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 94 orang merupakan tahanan perempuan dan lebih dari 350 orang lainnya adalah anak-anak.

3. Deretan aksi provokasi Ben-Gvir terhadap tahanan

Aksi Ben-Gvir mengejek tahanan di Penjara Damon menambah daftar kontroversinya. Pada awal Agustus, politisi sayap kanan itu juga mengunggah rekaman serupa saat merespons keluhan seorang tahanan perempuan dengan menyatakan bahwa penjara bukanlah hotel.

Sebelumnya pada Oktober 2025, Ben-Gvir mempublikasikan video melalui saluran Telegram yang memperlihatkan dirinya berdiri di samping para tahanan pria Palestina yang sedang diborgol. Unggahan tersebut menuai kritik karena memperlihatkan perlakuan kasar aparat penjaga penjara terhadap para tahanan.

Aksi sang menteri juga menyasar aktivis kemanusiaan internasional. Pada Mei lalu, Ben-Gvir mendatangi Pelabuhan Ashdod dan terekam mengejek para relawan armada bantuan Gaza yang ditahan oleh aparat keamanan Israel.

Selain unggahan video, Ben-Gvir sempat mengusulkan pembangunan parit berisi buaya di sekeliling Penjara Ketziot untuk mencegah tahanan Palestina melarikan diri. Rencana tersebut akhirnya dibekukan sementara oleh Pengadilan Distrik Yerusalem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article