Jakarta, IDN Times - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei sempat tidak sependapat dengan memorandum of understanding (MoU) yang baru saja ditandatangani antara Teheran dan Washington. Namun, ia akhirnya setuju setelah menerima jaminan dari para pemimpin Iran bahwa kepentingan nasional negara itu akan tetap terlindungi.
Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei dalam keterangan tertulis yang dikutip media pemerintah Iran. Ia mengatakan memiliki pandangan berbeda terhadap kesepakatan tersebut, tetapi memutuskan untuk menyetujuinya setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan para pejabat terkait menyatakan komitmen buat menjaga kepentingan Iran.
Menurut Khamenei, para pemimpin Iran telah berjanji melindungi hak-hak rakyat Iran serta kelompok-kelompok yang selama ini menjadi bagian dari apa yang disebut Teheran sebagai poros perlawanan. Di tengah munculnya harapan terhadap proses perdamaian, Khamenei juga memperingatkan Iran tidak akan menerima tuntutan tambahan dari Amerika Serikat dalam proses negosiasi selanjutnya.
“Saya memiliki pandangan yang berbeda,” kata Khamenei mengenai kesepakatan tersebut, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (19/6/2026).
“Jika pihak Amerika ingin bersikap serakah, mereka (kepemimpinan Iran) tidak akan menerimanya,” tegasnya.
