Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bakar Bendera Iran, Dua Mahasiswa Dikeluarkan dari Kampus

Bakar Bendera Iran, Dua Mahasiswa Dikeluarkan dari Kampus
ilustrasi mahasiswa yang dikeluarkan dari kampus (pexels.com/Inzmam Khan)
Intinya Sih
  • Dua mahasiswa Iran, Amir-Mohammad Karimi dan Mahyar Eghtesadi, dikeluarkan dari Politeknik Teheran setelah tertangkap membakar bendera rezim Iran dan menggantinya dengan bendera pra-revolusi.
  • Kasus serupa juga terjadi di beberapa universitas lain seperti Sharif University, University of Science and Technology of Iran, dan Soureh University dengan total puluhan mahasiswa dikeluarkan.
  • Pemerintah Iran dikenal memberi hukuman keras bagi mahasiswa yang dianggap antipemerintah, meski kebijakan ini terus menuai protes dari kalangan akademisi dan aktivis kampus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dua mahasiswa Iran dikabarkan dikeluarkan dari kampusnya karena membakar bendera negara. Kabar itu termuat dalam surat kabar kampus yang dirilis pada Selasa (16/6/2026).

Dilansir Jerusalem Post, dua mahasiswa itu bernama Amir-Mohammad Karimi dan Mahyar Eghtesadi. Keduanya merupakan mahasiswa Jurusan Teknik di Politeknik Teheran yang berada di bawah naungan Amirkabir University of Technology.

1. Karimi dan Eghtesadi dikeluarkan oleh komite disiplin kampus

Universitas yang megah.
ilustrasi universitas (pexels.com/Clement Proust)

Pengusiran Karimi dan Eghtesadi ini bermula saat keduanya kedapatan membakar bendera rezim Iran yang ada di sekitar kampus. Setelah itu, mereka juga dilaporkan mengganti bendera tersebut dengan bendera Iran sebelum revolusi yang ada simbol singa di bagian tengahnya. Tidak dijelaskan apa motif dari tindakan tersebut.

Aksi yang dilakukan Karimi dan Eghtesadi ini kemudian dilihat oleh anggota pasukan paramiliter Basij, salah satu bagian dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang juga berkuliah di Politeknik Teheran. Mereka lantas melaporkan  Karimi dan Eghtesadi ke komite disiplin kampus. Setelah itu, komite disiplin kampus memutuskan untuk mengeluarkan Karimi dan Eghtesadi karena tindakan mereka dianggap melecehkan negara.

2. Sejumlah mahasiswa Iran di kampus lain juga dikeluarkan

Mahasiswa sedang belajar.
ilustrasi mahasiswa (unsplash.com/Jeswin Thomas)

Dalam kesempatan lain, delapan mahasiswa dari Sharif University of Technology juga mengalami hal serupa seperti Karimi dan Eghtesadi. Mereka dikeluarkan dari kampus karena melakukan pelanggaran di lingkungan kampus yang dinilai menistakan negara. Namun, tidak dijelaskan pelanggaran seperti apa yang mereka lakukan.

Sebanyak 16 mahasiswa di University of Science and Technology of Iran dan 4 mahasiswa dari Soureh University juga dikeluarkan dari kampusnya karena kasus yang sama. Beberapa dari mereka ada yang dikeluarkan secara permanen, sedangkan beberapa lainnya ada yang dikeluarkan selama beberapa waktu saja.  

3. Iran kerap memberi hukuman tegas ke mahasiswa antipemerintah

Hukuman
ilustrasi hukuman (pexels.com/Markus Winkler)

Iran sendiri memang dikenal kerap memberi hukuman tegas terhadap mahasiswa yang dianggap antipemerintah. Mahasiswa yang dinilai tidak sejalan dengan rezim akan diskors atau bahkan langsung di drop out dari kampusnya. 

Hukuman tersebut sebetulnya sudah banyak diprotes oleh kalangan mahasiswa di Iran. Sebab, mereka menganggap hukuman itu sebagai upaya rezim Iran untuk membungkam kritik dan pendapat dari rakyat sipil. Meski sudah menuai banyak protes, rezim Iran di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei tetap tidak bergeming. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More