Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mojtaba Khamenei Janji Balas AS-Israel jika Berani Serang Iran
potret Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (commons.wikimedia.org/Mostafa Tehrani)
  • Mojtaba Khamenei mengancam Iran akan membalas lebih besar jika AS dan Israel kembali melancarkan serangan militer atau teroris, dengan waktu serta kondisi ditentukan Iran.

  • Mojtaba masih bersembunyi atas larangan militer Iran karena dikhawatirkan menjadi target AS dan Israel, setelah ayahnya tewas dalam serangan di Teheran.

  • Petinggi Iran mengancam perang dapat meluas melampaui Timur Tengah, sementara Presiden Donald Trump disebut belum mengambil keputusan terkait rencana serangan baru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, buka suara soal rencana serangan baru Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Dalam pernyataannya, ia berjanji akan membalas AS dan Israel dengan serangan yang lebih besar jika berani melakukan serangan baru ke Iran. 

“Jika musuh sekali lagi melancarkan serangan militer atau teroris, maka angkatan bersenjata Republik Islam (Iran) dan bangsa Iranlah yang akan menentukan waktu dan kondisi untuk mengakhirinya,” demikian bunyi pernyataan tertulis Khamenei yang diunggah di situs webnya pada Sabtu (31/10/2026), seperti dikutip Times of Israel.  

1. Mojtaba masih dalam persembunyian dari AS dan Israel

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sedang berjalan menggandeng kedua anaknya. (commons.wikimedia.org/Hamed Malekpour)

Itu merupakan pernyataan publik pertama Mojtaba soal rencana serangan AS dan Israel. Sebab, hingga saat ini, putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei itu masih dalam persembunyian. Angkatan bersenjata Iran sengaja melarang Mojtaba muncul ke publik secara fisik agar tidak bernasib sama seperti sang ayah yang tewas diserang Washington dan Tel Aviv di Teheran pada 28 Februari lalu. 

Persembunyian ini juga membuat Mojtaba tidak bisa menghadiri pemakaman ayahnya yang dihelat pada awal Juli lalu. Ia sebetulnya sangat ingin hadir, tetapi militer Iran melarangnya. Sebab, AS dan Israel dikhawatirkan akan menyerang Mojtaba jika ia muncul ke publik. 

2. Petinggi militer Iran mengancam akan perluas perang jika AS dan Israel menyerang

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Juru Bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, juga melontarkan ancaman serupa seperti Mojtaba. Dalam pernyataannya, ia mengancam akan memperluas perang ke luar Kawasan Timur Tengah jika AS dan Israel kembali menyerang Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga senada dengan Akraminia.

“Jika Presiden AS sekali lagi memulai petualangan regional di bawah tekanan dan dalam upaya untuk menenangkan kaum Zionis, kobaran perang pasti akan berlangsung wilayah geografis yang jauh lebih luas,” kata Akraminia dalam sebuah unggahan di media sosial X tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

3. Donald Trump belum mengambil keputusan soal serangan ke Iran

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Hingga saat ini, belum jelas apakah AS dan Israel benar-benar akan melanjutkan serangan ke Iran. Bahkan, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan bahwa Presiden Donald Trump kini belum mengambil keputusan apa pun soal rencana tersebut. Sebab, ia ingin fokus terlebih dahulu ke pemilihan umum sela yang akan digelar pada Selasa (3/11/2026) mendatang. 

"Saya pikir, pengamatan presiden adalah bahwa Amerika Serikat tetap menjadi kekuatan militer yang paling mumpuni di dunia. Kita dapat mencapai tujuan militer jika kita berupaya. Dia belum membuat keputusan. Saya tidak memiliki pengumuman terkait hal itu kepada Anda hari ini dan kami tidak menganggap enteng hal itu," kata Rubio dilansir Jerusalem Post.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article