Jakarta, IDN Times - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengaku sangat sulit berinteraksi dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Hal ini karena Mojtaba sedang dalam persembunyian demi alasan keamanan. Meski begitu, Pezeshkian mengaku kehadiran Mojtaba masih dibutuhkan oleh negara dan seluruh pejabat yang ada di Iran untuk menjalankan roda pemerintahan.
Presiden Iran Ngaku Sulit Interaksi dengan Mojtaba Khamenei

- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengaku sulit berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei yang bersembunyi demi keamanan, tetapi menilai kehadirannya tetap penting bagi pemerintahan.
- Mojtaba belum tampil di publik sejak menjabat 8 Maret dan berkomunikasi melalui pernyataan tertulis, setelah dilarang muncul guna menghindari risiko serangan AS dan Israel.
- Pezeshkian membantah isu hubungan buruk dengan Mojtaba, menyebut pertemuan mereka produktif dan gagasan Mojtaba berguna untuk meredam konflik dengan AS serta Israel.
"Saat ini, sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya (Mojtaba Khamenei). Namun, bagaimanapun juga, kehadirannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami sehingga kami dapat terus melanjutkan (perjuangan)," kata Pezeshkian dalam sebuah wawancara bersama stasiun televisi nasional Iran yang dirilis pada Rabu (5/8/2026), seperti dikutip France 24.
1. Mojtaba belum muncul ke publik sejak menjabat pada Maret

Sejak mulai menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 8 Maret lalu, Mojtaba sama sekali belum muncul ke publik. Bahkan, Mojtaba juga tidak menghadiri upacara pemakaman mendiang sang ayah sekaligus Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dihelat pada 3 sampai 9 Juli lalu.
Hal ini terjadi bukan tanpa sebab. Mojtaba memang dilarang muncul ke publik oleh pasukan keamanan Pemerintah Iran untuk menghindari bahaya serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Sebab, jika Mojtaba menampakkan dirinya, ia dikhawatirkan bisa tewas diserang Washington dan Tel Aviv seperti mendiang sang ayah. Khamenei sendiri tewas dalam serangan AS dan Israel di Ibu Kota Teheran pada 28 Februari lalu.
2. Mojtaba hanya bisa berkomunikasi lewat pernyataan tertulis

Karena sedang dalam persembunyian, Mojtaba selama ini hanya bisa berkomunikasi melalui pernyataan tertulis. Pesan tersebut biasanya dirilis ke publik oleh media nasional Iran. Sebab, sejak naik tahta, Mojtaba sama sekali belum pernah menampakkan wajahnya untuk melakukan pidato secara langsung seperti pemimpin-pemimpin negara pada umumnya.
Menurut sejumlah sumber anonim dari Iran, situasi ini akhirnya memunculkan spekulasi negatif akan hubungan Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi dengan para jajarannya, termasuk dengan Pezeshkian sebagai Presiden Iran. Sebab, di tengah konflik dengan AS dan Israel, Mojtaba justru malah bersembunyi dan terkesan sulit bekerja sama dengan koleganya untuk mengakhiri perang.
3. Pezeshkian membela Mojtaba

Namun, semua asumsi tadi dibantah oleh Pezeshkian. Pezeshkian mengaku hubungannya dengan Mojtaba baik-baik saja. Selain itu, ia juga mengatakan hubungan Mojtaba dengan pejabat Iran lainnya juga tidak ada masalah. Hanya saja, Mojtaba saat ini memang sulit ditemui dan sulit diajak berinteraksi karena sedang dalam persembunyian.
"Sayangnya, situasi saat ini memungkinkan beberapa orang yang berniat jahat untuk menggambarkannya secara berbeda dan menampilkan citra yang berbeda tentang dirinya," jelas Pezeshkian.
Meski demikian, Pezeskhian mengaku dirinya pernah menggelar rapat dengan Mojtaba. Ia mengatakan, rapat tersebut berjalan produktif karena Mojtaba memberikan gagasan-gagasan yang berguna bagi bangsa dan negara, terutama untuk meredam konflik dengan Negeri Paman Sam dan Israel.


















