Jakarta, IDN Times - Pemerintah Nepal mengatakan puluhan pekerja pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Rasuwagadhi yang menjadi korban banjir pada 26 Agustus lalu diprediksi masih hidup. Padahal, mereka sudah terjebak di terowongan tersebut selama lebih dari seminggu.
Anggota Dewan Otoritas Kelistrikan Nepal, Amhsu Kiran Shahi, menjelaskan, ada sekitar 639 pekerja PLTA Rasuwagadhi yang kini masih dinyatakan hilang. Mereka masih terjebak di dalam terowongan karena tidak sempat menyelamatkan diri saat banjir melanda perbatasan Nepal dan Tibet, China, termasuk area sekitar PLTA pada pekan lalu. Namun, dari jumlah tersebut, 46 di antaranya diprediksi masih hidup.
“Kami sangat yakin bahwa mereka pasti masih hidup setelah satu minggu karena mereka memiliki makanan dan air di gedung itu,” kata Shahi kepada Reuters pada Kamis (3/9/2026), seperti dikutip oleh The Guardian.
