Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Apresiasi Peru usai Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran

AS Apresiasi Peru usai Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran
ilustrasi bendera Peru (unsplash.com/saz26)
  • AS mengapresiasi keputusan Peru memutus hubungan diplomatik dengan Iran, menyebut langkah itu berani dan bagian dari upaya bersama menekan terorisme rezim Iran.
  • Peru menilai Iran mengancam perdamaian dunia, merujuk represi demonstran, pembatasan kebebasan, diskriminasi perempuan, persekusi politik, konflik Timur Tengah, serta larangan inspeksi IAEA.
  • Meski hubungan diplomatik diputus, Peru mempertahankan layanan konsuler melalui Kedutaan Iran di Ekuador dan meningkatkan kerja sama keamanan siber dengan Israel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) mengapresiasi Peru atas pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran pada Kamis (3/9/2026). Menurutnya, rezim Iran hanya memanfaatkan relasi diplomatik dengan negara lain untuk menyebarkan kekacauan dan teror. 

Pemerintahan baru Peru di bawah Presiden Keiko Fujimori sudah meningkatkan hubungan dengan AS. Negara Amerika Selatan itu juga berniat ikut dalam aliansi Shield of the Americas yang dibentuk oleh Presiden AS, Donald Trump

  1. 1. Sebut langkah Peru sangat berani

    ilustrasi bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott mengatakan bahwa AS mengapresiasi keputusan berani Peru untuk memutus hubungan diplomatik dengan Iran. Menurutnya, AS dan Peru akan terus menekan terorisme dari rezim Iran. 

    “Keputusan Peru ini sangat berani dan memberikan pesan penting kepda Teheran bahwa penyebaran terorisme dari rezim Iran di AS dan Peru, dan negara lainnya akan ditindak dan tidak akan dibiarkan begitu saja,” terangnya, dilansir dari Democrata.

    Meski sudah memutus hubungan diplomatik, Peru masih mempertahankan layanan konsulernya di Iran. Layanan tersebut dapat diakses lewat Kedutaan Besar Iran di Ekuador yang juga meliputi Peru. 

  2. 2. Peru sebut Iran sebagai ancaman perdamaian dunia

    ilustrasi bendera Iran
    ilustrasi bendera Iran (unsplash.com/akbarnemati)

    Pada Selasa, Kementerian Luar Negeri Peru resmi memutus hubungan diplomatik dengan Iran. Keputusan ini didorong oleh pandangan Peru yang mendukung perdamaian dan menolak penurunan demokrasi. 

    “Sesuai komitmen untuk mendukung demokrasi sebagai prinsip hubungan luar negeri, Peru melihat adanya degradasi nilai demokrasi di Iran yang dikecam oleh sejumlah lembaga PBB, terutama soal tindak represi kepada demonstran, kebebasan berpendapat, diskriminasi terhadap perempuan dan persekusi lawan politik,” ungkapnya, dikutip dari Agencia Andina.

    Selain itu, Peru menolak keras Iran yang terlibat dalam eskalasi konflik di Timur Tengah. Lima juga menolak larangan inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk meninjau fasilitas nuklir di Iran. 

  3. 3. Peru tingkatkan kerja sama keamanan siber dengan Israel

    ilustrasi bendera Israel
    ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/levimeirclancy)

    Pekan lalu, Peru sudah meningkatkan kerja sama untuk tingkatkan keamanan siber dengan Israel. Duta Besar Israel di Lima, Gali Dagan mengapresiasi peran perusahaan Israel di Peru yang menyediakan layanan dan pelatihan keamanan siber. 

    Perusahaan Israel tersebut sudah menyediakan layanan keamanan siber berupa, perlindungan ancaman intelijen, resiliensi, dan keamanan data. Dagan mengungkapkan bahwa sektor keamanan siber Israel terbukti kuat dan diakui kehebatannya secara global. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More