Tetapi, kata Maruli, ambruknya jembatan dipicu kelebihan beban orang yang melewatinya. Kesimpulan itu ia sampaikan usai melihat video yang menggambarkan insiden pada Minggu lalu.
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda, Warga Surabaya Tak Perlu Memutar 5 Km

- KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak meresmikan Jembatan Gantung Garuda di Genting Kalianak, Surabaya, yang memangkas rute warga hingga sekitar lima kilometer.
- Pembangunan jembatan sederhana oleh TNI AD ditujukan membuka akses warga, termasuk pelajar, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo kepada satgas percepatan perbaikan jembatan.
- TNI AD melaporkan 3.008 jembatan dan 3.232 titik air telah dikerjakan; Maruli juga meminta maaf atas ambruknya jembatan Pongpet di Pangandaran yang masih diinvestigasi.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan jembatan gantung Garuda di Genting Kalianak, Surabaya, pada Kamis, 3 September 2026. Dengan adanya akses baru ini, maka warga Surabaya bisa memangkas jarak tempuh beberapa kilometer untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Maruli meninjau langsung Jembatan Gantung Garuda usai dibangun oleh TNI AD. Ia melihat kondisi jembatan dan manfaatnya bagi mobilitas masyarakat di sekitar Genting Kalianak.
"Kebutuhan terhadap jembatan seperti ini salah satunya berangkat dari pengalaman TNI AD saat membantu penanganan bencana di Aceh," ungkap Maruli di dalam keterangan pada Jumat (4/9/2026).
Ia mengatakan, ketiadaan jembatan membuat pergerakan personel maupun distribusi logistik harus menempuh jarak yang lebih jauh. Saat di Aceh, kata jenderal bintang empat itu, anggotanya harus memutar jarak lima hingga enam kilometer untuk membawa logistik.
Kondisi tersebut, kata Maruli, menunjukkan bahwa keberadaan jembatan meskipun dibangun secara sederhana dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
1. Jembatan gantung Garuda dinilai efektif untuk membuka akses baru

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika membuka akses Jembatan Gantung Garuda di Genting Kalianak, Surabaya. (Dokumentasi TNI AD) Lebih lanjut, Jembatan Gantung Garuda dinilai Maruli cukup efektif untuk membantu membuka akses masyarakat. Anak-anak sekolah, kata Maruli, yang biasanya harus melintasi sungai atau menggunakan jembatan dengan kondisi tak layak, terbantu dengan keberadaan Jembatan Gantung Garuda.
"Masih banyak masyarakat termasuk anak-anak sekolah yang terbantu karena sebelumnya harus melewati sungai untuk ke sekolah," tutur dia.
Pembangunan jembatan gantung itu, kata mantan Pangkostrad tersebut, merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto kepada TNI. Prabowo menugaskan KSAD menjadi ketua satgas percepatan perbaikan jembatan.
"Kami membangun jembatan sederhana yang penting akses masyarakat bisa terbuka dan aktivitas mereka jadi lebih mudah," imbuhnya.
2. KSAD sempat laporkan sudah bangun 6.240 jembatan

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika membuka akses Jembatan Gantung Garuda di Genting Kalianak, Surabaya. (Dokumentasi TNI AD) Sebelumnya, KSAD Maruli melaporkan ke Prabowo sudah ada 6.240 jembatan yang dibangun dan titik penyediaan air. Sebanyak 4,5 juta masyarakat diakui menjadi penerima manfaat.
"Kami sudah membuat di 6.240 titik kegiatan jembatan dan air: 3.008 jembatan dan 3.232 untuk air bersih dan air persawahan," ungkap Maruli dalam sambutan di Bekasi yang tersambung dengan video conference bersama Prabowo pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Maruli ketika itu berada di Bekasi yang merupakan titik ke-2.500 pembangunan jembatan. Di sana, jembatan yang dibangun memiliki panjang 80 meter. Ia turut memaparkan selama hampir 7 bulan ini, dari 3.008 jembatan yang dibangun, sebanyak 2.500 jembatan telah selesai. Sedangkan, 508 dalam proses, dan juga 798 di daerah bencana.
Dia menambahkan, pembangunan jembatan juga dilakukan di daerah yang sempat terdampak bencana pada akhir tahun lalu, yakni di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Dia menargetkan seluruh jembatan di provinsi tersebut bisa terselesaikan tahun 2026.
3. KSAD Maruli ikut minta maaf atas insiden jembatan gantung di Pangandaran

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika melepas kapal Adri 92 menuju ke Nusa Tenggara Timur (NTT). (IDN Times/Santi Dewi) Di acara itu, Maruli turut menyampaikan permintaan maaf kepada publik usai jembatan gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran ambruk pada Minggu, 30 Agustus 2026. Ia mengaku bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
Selaku kepala satgas jembatan ini yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi dan anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut," ungkap Maruli.
"Bila dilihat videonya sejak awal, (insiden itu dipicu) overload," imbuhnya.
Pihaknya hingga saat ini masih melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab ambruknya jembatan tersebut. Peristiwa itu viral di media sosial dan bahkan ikut diberitakan oleh media asing.




















