Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji membentuk pemerintahan sayap kanan yang kuat usai pemilu ketat pada Selasa (27/10/2026). Pernyataan itu disampaikan di hadapan para pendukung dan aktivis Partai Likud di Yerusalem pada Rabu (28/10/2026) dini hari. Dalam pidato singkat tersebut, ia belum mengklaim kemenangan langsung.
Hasil hitung cepat (exit poll) menunjukkan pemilu berakhir buntu karena belum ada blok politik yang mengamankan mayoritas kursi di parlemen Israel (Knesset). Meski demikian, Netanyahu menegaskan Likud tetap menjadi partai tunggal terbesar di parlemen yang beranggotakan 120 kursi tersebut. Ia meminta para pendukungnya menunggu hasil penghitungan suara akhir dalam satu hingga dua hari ke depan.
