Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Netanyahu Sindir Inggris, Beri Julukan Negara Republik Islam
potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/IsraelinUSA via commons.wikimedia.org/IsraelinUSA)
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Inggris sebagai “Republik Islam Britania” dalam podcast menjelang pemilu Israel 27 Oktober 2026.
  • Netanyahu memakai julukan itu untuk menyindir media Inggris yang dinilainya kini kritis terhadap Israel, terutama terkait agresi militer di Palestina.
  • Ia mengaitkan perubahan demografi Muslim di Inggris dengan sindiran soal senjata nuklir; komentar serupa JD Vance pada 2025 pernah memicu ketegangan dengan London.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut Inggris sebagai “Negara Republik Islam”. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah podcast pada Kamis (13/8/2026) bersama NVP, rumah produksi yang dikontrak oleh Netanyahu menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober 2026 mendatang.   

“Mereka datang ke sini dan meliput perang enam hari dengan cara yang sangat positif bagi kami. Cobalah temukan hal itu di Inggris saat ini yang disebut 'Republik Islam Britania',” ujar Netanyahu, seperti dikutip Times of Israel

1. Netanyahu menyindir media Inggris yang kini kritis terhadap Israel

potret salah satu media Inggris, BBC (unsplash.com/K. Mitch Hodge)

Netanyahu menyebut Inggris sebagai Negara Republik Islam bukan tanpa sebab. Sebutan itu ia sematkan untuk menyindir media Inggris yang kini berubah menjadi sangat kritis terhadap Israel. Sebab, mereka kini kerap membuat berita yang berisi kritikan hingga propaganda anti-Israel.

Menurut Netanyahu, pada zaman Perdana Menteri Winston Churchill, media Inggris kerap membuat berita berisi hal-hal positif tentang Israel. Misalnya saja pada peristiwa perang enam hari antara Israel dan Arab Saudi yang terjadi pada 1967. Saat itu, banyak jurnalis Inggris yang datang meliput peristiwa tersebut dengan menempatkan Tel Aviv di sisi positif, sedangkan Riyadh di sisi negatif. 

Netanyahu mengatakan, berita seperti itu tentu menguntungkan Israel untuk membangun citra positif di kancah internasional. Namun, hal itu saat ini sudah tidak lagi dilakukan oleh media Inggris. Mereka cenderung mendukung negara-negara Islam dan mengecam Israel, terutama soal agresi militer di Palestina. 

2. Inggris saat ini dihuni oleh banyak umat Muslim

ilustrasi umat Muslim (pexels.com/Ikhlas Al Fahim)

Alasan lain yang membuat Netanyahu menjuluki Inggris sebagai Negara Republik Islam adalah karena meningkatnya populasi umat Muslim di Eropa. Menurut Netanyahu, kondisi demografi di Benua Biru kini sudah banyak berubah. Sebab, saat ini, banyak umat muslim yang bermigrasi ke sana. Inilah yang menurut Netanyahu membuat populasi Islam di Eropa, termasuk di Inggris meningkat.

Dalam pernyataannya, Netanyahu juga menyebut bahwa Inggris akan menjadi negara Islam pertama yang punya senjata nuklir. Ia lantas menyindir Iran bahwa mereka tidak akan menjadi negara Islam pertama yang punya senjata nuklir karena sudah didahului oleh Inggris.  

“Seseorang mengatakan bahwa republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir adalah Republik Islam Britania Raya. Jadi, kami memastikan tidak akan ada lagi yang seperti itu di Iran,” ujar Netanyahu.

3. Wakil Presiden Amerika Serikat juga pernah memberi sindiran serupa ke Inggris

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, sedang berpidato di acara AmericaFest 2025 di Phoenix Convention Center, Arizona. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Sindiran serupa ternyata juga pernah dilontarkan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance. Dalam pernyataannya pada Februari 2025 silam, Vance juga menyebut Inggris akan mengalahkan Iran soal senjata nuklir. Sebab, menurutnya, Negeri Ratu Elizabeth itu akan menjadi negara Republik Islam pertama di dunia yang punya senjata nuklir. 

Ketika itu, pernyataan Vance tersebut membuat relasi AS dan Inggris agak sedikit memanas. Sebab, Perdana Menteri Inggris saat itu, Keir Starmer, menyebut klaim yang dilontarkan Vance sama sekali tidak berdasar. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article