Dampak AI, Pasar Tenaga Kerja Inggris Alami Tren Penurunan Terpanjang

- Sektor swasta Inggris mengurangi tenaga kerja selama 22 bulan berturut-turut, menyamai periode penurunan perekrutan terpanjang sejak krisis keuangan global 2008–2009.
- Kenaikan biaya gaji dan upah minimum mendorong perusahaan menahan perekrutan, sementara adopsi AI serta otomatisasi turut mengurangi kebutuhan pekerja manusia.
- Di tengah pasar kerja lesu, PMI sektor jasa naik dari 49,3 menjadi 52,2 pada Juli, didorong belanja konsumen dan permintaan layanan teknologi.
Jakarta, IDN Times - Pasar tenaga kerja Inggris mencatat periode penurunan perekrutan terpanjang sejak krisis keuangan global 2008–2009. Laporan survei Purchasing Managers' Index (PMI) dari S&P Global pada Rabu (5/8/2026) menunjukkan perusahaan sektor swasta terus mengurangi jumlah pekerja selama dua tahun terakhir.
Langkah ini diambil perusahaan demi menekan biaya operasional akibat lonjakan beban gaji serta makin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, aktivitas bisnis di sektor jasa mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
1. Penurunan perekrutan pekerja samai krisis keuangan 2008
Survei S&P Global mencatat perusahaan jasa di Inggris kembali memangkas jumlah karyawan pada Juli. Secara keseluruhan, penurunan jumlah tenaga kerja di sektor swasta kini telah berlangsung selama 22 bulan berturut-turut.
Durasi penurunan ini menyamai rekor pelemahan pasar kerja saat krisis keuangan 2008–2009. Meski laju pengurangan pekerja sempat melambat pada Juli, indikator ketenagakerjaan secara umum masih berada di zona negatif.
"Tren penyerapan tenaga kerja sangat lesu, hingga membuat total jumlah pekerja berkurang ke level terendah sejak Februari," kata Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence, Tim Moore, dikutip dari Bloomberg.
2. Kenaikan gaji dan adopsi AI tekan pembukaan lowongan baru
Banyak perusahaan mengaku kenaikan biaya gaji dan upah minimum menjadi alasan utama menahan perekrutan baru. Langkah efisiensi ini terpaksa dilakukan demi menjaga keandalan keuangan di tengah tingginya beban operasional.
Di sisi lain, adopsi teknologi AI dan otomatisasi mulai mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia. Tren ini makin mempercepat pengurangan jumlah karyawan di berbagai sektor swasta.
"Kekhawatiran soal pembengkakan biaya gaji menjadi faktor utama yang menahan perusahaan membuka lowongan baru," ujar Tim Moore.
3. Aktivitas sektor jasa di Inggris mulai pulih
Di tengah kelesuan pasar kerja, aktivitas bisnis sektor jasa justru mulai bangkit pada Juli. Indeks PMI jasa naik menjadi 52,2 dari bulan sebelumnya yang sebesar 49,3, menandakan sektor ini kembali memasuki zona pertumbuhan.
Pemulihan ini didorong oleh peningkatan belanja konsumen serta tingginya permintaan terhadap layanan teknologi. Meski begitu, para pelaku usaha tetap mewaspadai risiko ketidakpastian geopolitik global.
"Sektor jasa di Inggris kembali tumbuh pada Juli berkat lonjakan belanja masyarakat dan kuatnya permintaan jasa teknologi," kata Tim Moore.



















