Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Netanyahu Unggul Sementara, Belum Raih Mayoritas di Pemilu Israel
Poster kampanye pemilu di Israel. (AFP/Jack Guez)
  • Blok Benjamin Netanyahu diproyeksikan meraih 56 kursi, masih kurang dari mayoritas 61 kursi di Knesset.

  • Blok oposisi Gadi Eisenkot diproyeksikan memperoleh 49 kursi, sementara partai mayoritas berbasis Arab diperkirakan meraih 15 kursi.

  • Penghitungan suara baru mencapai 49,7 persen sehingga proyeksi kursi masih dapat berubah dan negosiasi politik berpotensi menentukan pemerintahan berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (28/10/2026)

Penghitungan sementara pemilu Israel memproyeksikan blok Benjamin Netanyahu meraih 56 kursi. Sebanyak 49,7 persen suara telah dihitung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Proyeksi sementara pemilu Israel menunjukkan belum ada blok utama yang mencapai mayoritas 61 dari 120 kursi Knesset.
  • Who?
    Blok Benjamin Netanyahu, blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot, serta partai-partai yang mayoritas berbasis Arab.
  • Where?
    Parlemen Israel atau Knesset.
  • When?
    Rabu (28/10/2026), saat penghitungan suara masih berlangsung.
  • Why?
    Karena belum ada blok utama yang memperoleh sedikitnya 61 kursi untuk membentuk pemerintahan.
  • How?
    Proyeksi dibuat berdasarkan data Komite Pemilihan Umum Pusat Israel setelah 49,7 persen suara dihitung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Benjamin Netanyahu mendapat suara paling banyak untuk sementara, tetapi belum cukup untuk membentuk pemerintahan. Kelompok Gadi Eisenkot juga belum punya kursi yang cukup. Partai-partai yang banyak anggotanya orang Arab punya 15 kursi dan bisa membantu salah satu kelompok. Suara masih dihitung, jadi hasilnya bisa berubah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hasil sementara menunjukkan proses politik Israel masih terbuka karena belum ada blok yang mencapai mayoritas. Kondisi ini memberi ruang bagi negosiasi dan kerja sama antarpartai untuk menentukan komposisi pemerintahan berikutnya, sementara penghitungan suara terus berlangsung dan dapat memperbarui proyeksi perolehan kursi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Blok Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diproyeksikan meraih 56 kursi di parlemen atau Knesset berdasarkan penghitungan sementara pemilu, Rabu (28/10/2026). Namun, jumlah tersebut masih kurang lima kursi dari mayoritas yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.

Media Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan proyeksi tersebut berdasarkan data Komite Pemilihan Umum Pusat setelah 49,7 persen suara dihitung. Blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot diproyeksikan memperoleh 49 kursi, sedangkan partai-partai yang mayoritas berbasis Arab diperkirakan mengamankan 15 kursi sisanya.

Dengan demikian, belum ada blok utama yang mencapai ambang mayoritas 61 dari total 120 kursi Knesset. Hasil sementara ini membuka kemungkinan negosiasi politik yang menentukan siapa yang akan membentuk pemerintahan berikutnya.

1. Partai Arab bisa jadi penentu Pemerintahan Israel

Poster kampanye pemilu di Israel. (AFP/Jalaa Marey)

Partai-partai yang mayoritas berbasis Arab berpotensi memainkan peran penting dalam pembentukan pemerintahan. Jika seluruh 15 kursi mereka mendukung blok Eisenkot, koalisi oposisi tersebut secara matematis dapat menguasai 64 kursi di parlemen.

Namun, proyeksi jumlah kursi belum berarti dukungan politik itu sudah dipastikan. Sikap partai-partai tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah oposisi dapat membentuk pemerintahan atau Netanyahu masih memiliki peluang mempertahankan kekuasaan.

Hasil sementara juga menunjukkan persaingan ketat di antara sejumlah partai. Likud pimpinan Netanyahu diproyeksikan memperoleh 27 kursi, sedangkan Yashar yang dipimpin Eisenkot diperkirakan mengamankan 21 kursi.

2. Ini proyeksi perolehan kursi partai di Knesset

Gadi Eisenkot, kandidat kuat pengganti Netanyahu di Pemilu Israel. (AFP/Jack Guez)

Selain Likud dan Yashar, sejumlah partai lain juga diproyeksikan memperoleh kursi di Knesset. Aliansi Together dan Joint List, yang mayoritas beranggotakan partai-partai Arab, masing-masing diperkirakan meraih 11 kursi.

Partai Democrats dan United Torah Judaism masing-masing diproyeksikan memperoleh sembilan kursi. Sementara itu, Yisrael Beiteinu diperkirakan meraih delapan kursi, sedangkan Shas dan Otzma Yehudit masing-masing diproyeksikan memperoleh tujuh kursi.

Religious Zionism diperkirakan mengamankan enam kursi, sedangkan United Arab List atau Ra’am diproyeksikan meraih empat kursi.

3. Penghitungan suara masih berlangsung

ilustrasi bendera Israel (pexels.com/leon-natan)

Dikutip dari Anadolu, Komite Pemilihan Umum Pusat Israel masih melanjutkan penghitungan suara. Karena baru 49,7 persen suara yang dihitung dalam data yang dikutip media Israel tersebut, proyeksi perolehan kursi masih bersifat sementara dan dapat berubah.

Hasil akhir akan menentukan komposisi Knesset sekaligus peta kekuatan politik dalam pembentukan pemerintahan. Dengan belum adanya blok yang mencapai mayoritas, proses negosiasi dan kemungkinan kerja sama antarpartai berpotensi menjadi faktor penentu setelah penghitungan suara selesai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article