Polisi Tangkap 19 Orang usai Insiden Kerusuhan di Bilbao, Spanyol

- Polisi Basque menangkap 19 orang, termasuk 11 anak di bawah umur, setelah kerusuhan di Bilbao yang memicu pembakaran kendaraan dan penjarahan toko.
- Pemerintah Basque mengecam kekerasan, sementara demonstrasi awal menolak fasisme dan kehadiran Vito Quiles berubah menjadi bentrokan, barikade, serta pembakaran kendaraan.
- Vito Quiles membatalkan acaranya karena risiko keamanan; Universitas Deusto menangguhkan aktivitas dan menutup kampus, sembari menegaskan tidak terkait dengan Quiles.
Jakarta, IDN Times - Polisi Basque (Ertzaintza) mengumumkan penangkapan 19 orang di Bilbao, Basque, Spanyol pada Selasa (27/10/2026). Belasan orang itu ditangkap menyusul insiden kerusuhan yang mengakibatkan pembakaran mobil dan penjarahan sejumlah toko di Bilbao.
Sebanyak 19 orang yang ditangkap, 11 di antaranya adalah anak di bawah umur dan sisanya pemuda berusia antara 18-19 tahun. Sedangkan delapan orang terduga pelaku lainnya masih diinvestigasi terkait afiliasi dengan insiden kerusuhan di Bilbao.
1. Pemerintah Basque tolak kekerasan di Bilbao

suasana di Bilbao, Basque, Spanyol (unsplash.com/tho_gab) Menanggapi insiden kerusuhan dan pembakaran di Bilbao, pemerintah Basque menyatakan kecaman kerasnya. Mereka menekankan dukungan kepada petugas Ertzaintza untuk melindungi warga dan hak hidup secara damai.
Dilansir Democrata, pemerintah otonom Basque menegaskan bahwa dalam demokrasi semua ide dapat diterima dan segala penolakan boleh disuarakan. Namun, semua harus tetap dalam cara yang damai tanpa kekerasan.
“Kami tahu bahwa kerusakan ini disebabkan oleh justifikasi kekerasan, terutama adanya anak-anak muda yang terlibat dalam dinamika kebencian, intimidasi, dan konfrontasi,” terang Juru Bicara Pemerintah Basque, María Ubarretxena.
2. Pemuda Bilbao tolak kehadiran Vito Quiles

suasana demonstrasi di Spanyol (unsplash.com/jpsheard) Sebelum aksi pembakaran ini, ribuan mahasiswa di Bilbao mengadakan demonstrasi damai menolak fasisme. Mereka juga menolak kehadiran influencer sayap kanan, Vito Quiles yang berencana mengadakan aksi di luar Universitas Deusto.
Dilansir The Olive Press, demonstrasi yang awalnya damai kemudian berubah menjadi mencekam pada malam hari, ketika sejumlah orang bermasker terlibat bentrokan dengan polisi dan mendirikan barikade. Bentrokan membuat kota di utara Spanyol itu seperti arena pertempuran usai sejumlah mobil dan motor dibakar.
Kerusuhan di Bilbao ini berlangsung di tengah rentetan demonstrasi pemuda di Eropa yang menuntut perbaikan pendidikan. Namun, aksi kerusuhan ini diduga terinspirasi dari kerusuhan di Prancis dan Barcelona pekan lalu.
3. Vito Quiles batalkan acara di Bilbao

ilustrasi bendera Spanyol (unsplash.com/thurpont) Menanggapi risiko keamanan di Bilbao, Vito Quiles akhirnya membatalkan aksinya. Sebelumnya, Quiles atau yang dikenal sebagai “Charlie Kirk Spanyol” itu sudah meminta polisi untuk memindahkan acara ke lokasi lain, tapi polisi menolak karena alasan keamanan.
Sementara itu, Universitas Deusto akhirnya memutuskan untuk menangguhkan kelas dan aktivitas di kampus mulai pukul 14.00 dan menutup kampusnya pada pukul 15.00. Pihak kampus juga mengklarifikasi bahwa institusinya tidak punya kaitan dengan Quiles.























