Jakarta, IDN Times - Pakar Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, pada Rabu (21/10/2026), mendesak Meta untuk melindungi kebebasan berekspresi dalam kampanye pemilihan presiden (pilpres) di Brasil. Desakan ini menyusul tuduhan adanya keberpihakan platform sosial media kepada calon tertentu.
Pekan lalu, Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva atau kerap dipanggil Lula, menuding raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Meta atau perusahaan induk Facebook telah mengintervensi pilpres Brasil. Meta dituding melakukan pembatasan konten media sosial pemimpin sayap kiri tersebut.
