Ribuan Siswa dan Guru di Yunani Demo Tuntut Anggaran Pendidikan

- Ribuan pelajar, mahasiswa, dan guru berunjuk rasa di Athena serta sejumlah kota Yunani, menuntut anggaran pendidikan lebih besar, perbaikan fasilitas, dan pembatasan jumlah murid per kelas.
- Aksi berlangsung bersamaan dengan mogok guru dan dokter, di tengah tekanan biaya hidup, kenaikan sewa, serta upah rata-rata yang masih setara tingkat 2009.
- Pemerintah menyiapkan lebih dari 733 juta euro untuk renovasi sekolah dan asrama mahasiswa, serta subsidi energi 1 miliar euro bagi rumah tangga dan pelaku usaha.
Jakarta, IDN Times - Ribuan pelajar, mahasiswa, dan guru menggelar aksi unjuk rasa serentak di berbagai penjuru Yunani pada Rabu (21/10/2026). Massa menuntut peningkatan alokasi anggaran pendidikan, perbaikan fasilitas belajar, serta pembatasan jumlah murid di setiap ruang kelas.
Aksi ini mencerminkan keresahan masyarakat atas fasilitas sekolah yang minim dan biaya hidup yang terus melonjak. Kondisi tersebut turut menambah tekanan politik bagi Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis menjelang pemilihan umum pada pertengahan 2027.
1. Puluhan ribu massa berkumpul di Athena dan kota besar
Pihak kepolisian mencatat sekitar 10.000 peserta aksi memadati pusat Kota Athena dan area sekitarnya dengan tertib. Sejumlah mahasiswa bahkan mendirikan tenda dan menginap di Lapangan Syntagma, tepat di depan gedung parlemen, sejak Selasa malam. Unjuk rasa serupa juga berlangsung serentak di kota Thessaloniki, Patras, dan Larissa.
"Dari Yunani hingga Prancis, kami menuntut pendidikan negeri yang bebas biaya," ujar para demonstran di depan gedung parlemen.
Aksi turun ke jalan ini berlangsung bersamaan dengan mogok kerja guru sekolah dasar dan dokter rumah sakit umum yang menuntut kenaikan upah serta penambahan tenaga kerja. Aksi mogok tersebut sempat mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah negeri dan layanan kesehatan publik.
2. Beban biaya hidup dan kenaikan sewa hantam generasi muda
Tekanan ekonomi saat ini berakar dari pengetatan anggaran dan pemotongan upah selama masa krisis utang periode 2009–2018. Meskipun perekonomian mulai membaik, rata-rata upah pekerja sebesar 1.500 euro (Rp30,38 juta) masih setara dengan tingkat penghasilan pada 2009. Kondisi daya beli masyarakat kian tertekan oleh kenaikan harga bahan bakar dan tingginya biaya sewa tempat tinggal di perkotaan.
"Biaya hidup di sini sangat berat, harga sewa rumah mahal, sementara ruang tempat tinggal sangat sempit," kata mahasiswi peserta aksi di Athena, Georgia Foukidou, dilansir Al Jazeera.
Selain menyuarakan masalah domestik, para demonstran menyatakan solidaritas terhadap gerakan serupa terkait biaya hidup yang terjadi di Prancis, Spanyol, Albania, Italia, Belgia, dan Portugal.
3. Pemerintah alokasikan dana untuk renovasi kampus dan subsidi energi
Menteri Pendidikan Sofia Zacharaki menyatakan bahwa pemerintah memahami kesulitan masyarakat, terutama beban sewa tempat tinggal yang membebani keuangan keluarga. Sebagai langkah penanganan, pemerintah mengalokasikan dana lebih dari 733 juta euro (Rp14,84 triliun) untuk memperbaiki gedung sekolah dan membangun asrama mahasiswa.
Pemerintah juga menyediakan subsidi energi sebesar 1 miliar euro (Rp20,25 triliun) bagi rumah tangga dan pelaku usaha guna meredam dampak kenaikan harga. Pihak kepolisian melaporkan bahwa seluruh rangkaian aksi unjuk rasa dalam beberapa bulan terakhir berjalan secara aman dan tertib.























