Militer Israel Gelar Operasi Udara Dekat Perbatasan Iran Jelang Pemilu

- Puluhan jet tempur Israel dan pesawat pengisian bahan bakar terbang melintasi Suriah serta Irak hingga dekat perbatasan Iran, lalu kembali ke Israel pada 19 Oktober 2026.
- Israel memberi tahu AS bahwa operasi lebih dari 800 mil itu merupakan latihan pamer kekuatan untuk mencegah serangan Iran menjelang pemilu, meski dinilai berisiko memicu respons Teheran.
- Sejumlah sumber AS menilai Israel mungkin berharap Iran menembak pesawatnya; Menhan Israel juga memperingatkan Iran dan proksinya agar tidak mengganggu pemilu 27 Oktober.
Jakarta, IDN Times - Puluhan jet tempur Angkatan Udara Israel terbang hingga mendekati perbatasan Iran dalam sebuah operasi pada Senin (19/10/2026). Operasi tersebut berlangsung dengan jarak lebih dari 800 mil dari wilayah Israel.
Dilansir Axios, Israel menyebut operasi itu sebagai latihan untuk menunjukkan kekuatan militer dan mencegah serangan Iran. Akan tetapi, manuver tersebut dinilai berisiko memicu respons Teheran dan kembali menyulut perang.
1. Puluhan jet tempur terbang melintasi Suriah dan Irak

potret pesawat tempur Israel (commons.wikimedia.org/Oren Rozen) Operasi tersebut melibatkan puluhan jet tempur dan pesawat pengisian bahan bakar. Rute penerbangan mereka melewati wilayah udara Suriah dan Irak, mengikuti jalur yang sesuai dengan kemungkinan serangan terhadap Iran.
Saat mendekati perbatasan Iran, pesawat-pesawat tersebut berbalik arah dan kembali ke Israel. Menurut sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS), militer Israel mengetahui bahwa sistem pertahanan udara Iran akan mendeteksi penerbangan tersebut.
Israel telah memberi tahu AS mengenai operasi itu dan menyebutnya sebagai latihan militer untuk menunjukkan kekuatan serta mencegah Iran menyerang Israel menjelang pemilihan umum (pemilu).
2. Israel diduga berupaya memancing Iran

Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir (commons.wikimedia.org/Ministry of Defense spokesperson) Beberapa sumber AS memperoleh kesan bahwa Israel berharap Iran menembaki pesawat-pesawat tersebut sehingga memberi alasan bagi Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Operasi tersebut dilakukan pada hari yang sama ketika Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Pangkalan Udara Ovda, Israel. Menurut pejabat Israel dan AS, manuver udara itu tidak berkaitan dengan kunjungan Hegseth.
Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir, tidak akan mengizinkan aktivitas militer tanpa alasan yang dapat mengganggu pemilu pada 27 Oktober mendatang.
3. Menhan Israel peringatkan Iran agar tak ganggu pemilu

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz (x.com/Israel_katz) Menhan Israel, Israel Katz, memperingatkan Iran dan proksi-proksinya agar tidak melancarkan serangan yang dapat memengaruhi hasil pemilu Israel pekan depan. Ia mengatakan bahwa Israel telah mengidentifikasi upaya musuh, terutama Iran dan kelompok proksinya, untuk melakukan serangan teror menjelang pemungutan suara.
Katz juga mengeklaim Iran berada dalam kondisi terlemahnya dan memperingatkan bahwa situasi tersebut dapat mendorong Teheran mengambil langkah-langkah ekstrem, termasuk menyerang Israel.
"Jika Iran menyerang Israel, Iran akan terbakar!" kata Katz dalam upacara kelulusan taruna IDF pada Rabu (21/10) sebagaimana dilansir The Times of Israel.























