Jakarta, IDN Times - Kalangan guru di Prancis menilai paket reformasi pendidikan yang ditawarkan pemerintah belum mampu meredam aksi unjuk rasa siswa yang telah berlangsung selama berminggu-minggu. Kebijakan kompromi tersebut dianggap belum menyentuh akar masalah utama terkait minimnya jumlah guru dan fasilitas penunjang belajar.
Sebelumnya, pemerintah telah merilis sejumlah proposal pembaruan demi menenangkan gejolak di berbagai sekolah. Paket kebijakan tersebut mencakup pembatasan kapasitas kelas, penyediaan pinjaman miliaran euro untuk perbaikan fasilitas sekolah, hingga penataan ulang seleksi masuk perguruan tinggi.
