Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemulihan Irigasi Pascabencana Digenjot, Pertanian Kembali Bangkit

4 min read
Pemulihan Irigasi Pascabencana Digenjot, Pertanian Kembali Bangkit
Pengerjaan proyek irigasi Sungai Emas. (do. Tim Media Satgas PRR)
  • Kementerian PU mengalokasikan Rp21,42 triliun untuk pemulihan bencana Sumatra 2026–2028, termasuk penanganan 25 daerah irigasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

  • Di Agam, perbaikan irigasi Batu Asahan dan Batu Nanang Panjang mencapai progres hingga 70 persen, dengan target mendukung pengairan sekitar 140 hektare lahan pertanian.

  • Rehabilitasi irigasi Bandar Sungai Emas di Tanah Datar telah 85 persen, menyasar 130 hektare lahan terdampak; total proyek Agam-Tanah Datar mencakup sekitar 270 hektare.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatra terus dilakukan untuk mengembalikan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perbaikan jaringan irigasi karena kerusakannya berdampak langsung terhadap pasokan air dan produktivitas lahan pertanian.

Upaya tersebut menjadi bagian dari program Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) yang mengacu pada Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera 2026–2028. Pemulihan mencakup tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di Sumatera Barat, perbaikan jaringan irigasi dilakukan antara lain di Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Kedua wilayah tersebut menjadi contoh upaya mengembalikan fungsi infrastruktur pengairan yang terdampak bencana.

  1. 1. Pemerintah tangani 25 daerah irigasi di Sumatra

    WhatsApp Image 2026-10-30 at 10.55.49 (1).jpeg
    Pengerjaan proyek irigasi Sungai Emas. (do. Tim Media Satgas PRR)

    Pemulihan jaringan irigasi menjadi bagian dari penanganan infrastruktur sumber daya air oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, menyampaikan bahwa pagu efektif penanganan bencana Sumatra di kementeriannya mencapai Rp21,42 triliun.

    Anggaran tersebut dialokasikan untuk beberapa sektor, meliputi sumber daya air sebesar Rp7,85 triliun, Bina Marga Rp6,64 triliun, Cipta Karya Rp4,05 triliun, serta prasarana strategis Rp2,89 triliun.

    Khusus sektor sumber daya air, pemerintah menangani 25 daerah irigasi. Sebanyak 17 daerah irigasi sedang dalam tahap penanganan dengan progres rata-rata sekitar 15 persen, sementara delapan lainnya masih dalam proses lelang.

    Selain itu, Kementerian PU menangani 33 sungai yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dengan progres rata-rata 19,19 persen. Dari 29 penanganan muara yang direncanakan, empat telah selesai, enam sedang dikerjakan, dan 19 lainnya masih dalam proses lelang.

    “Pemulihan masih terus berjalan, capaian ini menjadi indikator nyata kehadiran negara. Tantangan kita selanjutnya memastikan seluruh program selesai tepat waktu, dengan kualitas yang lebih tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Apri dalam konferensi pers bersama Satgas PRR di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

  2. 2. Perbaikan irigasi di Agam dukung pengairan 140 hektare lahan

    unnamed (11).jpg
    Jalan Padang Luar. (dok. Tim Media Satgas PRR)

    Di Kabupaten Agam, pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) melakukan peningkatan jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Batu Asahan dan DI Batu Nanang Panjang. Pekerjaan tersebut didukung melalui Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan 2026.

    Pada DI Batu Asahan, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 70 persen. Perbaikan dilakukan pada jaringan sepanjang kurang lebih 350 meter, terdiri dari sekitar 250 meter saluran di bagian hilir dan 100 meter di bagian hulu.

    Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah pembangunan lantai beton untuk mengurangi kehilangan air akibat rembesan ke tanah. Dengan begitu, aliran air diharapkan dapat menjangkau lahan pertanian warga secara lebih optimal.

    PPTK Dinas PUTR Kabupaten Agam, Yandri Antoni, menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut menghadapi tantangan akses karena kendaraan tidak dapat menjangkau lokasi. Akibatnya, material konstruksi harus dibawa secara manual oleh para pekerja.

    Secara keseluruhan, perbaikan DI Batu Asahan dan DI Batu Nanang Panjang ditujukan untuk mendukung pengairan sekitar 140 hektare lahan pertanian. Ketersediaan air ini diharapkan dapat membantu petani menjaga produktivitas sawah dan kebun mereka.

  3. 3. Rehabilitasi irigasi di Tanah Datar capai progres 85 persen

    unnamed (12).jpg
    Jalan Provinsi Padang Luar–Manggopoh di Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. (dok. Satgas PRR)

    Pemulihan jaringan irigasi juga dilakukan di Kabupaten Tanah Datar melalui rehabilitasi Jaringan Irigasi Bandar Sungai Emas. Infrastruktur tersebut mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi, termasuk galodo pada 2024 dan banjir pada 2025.

    Hingga 27 Oktober 2026, progres rehabilitasi telah mencapai 85 persen. Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp575,9 juta yang menggunakan dana TKD 2026 ini dikerjakan untuk mengembalikan fungsi bendungan dan jaringan irigasi agar pasokan air kembali menjangkau lahan pertanian masyarakat.

    Sebelumnya, kerusakan bendungan berdampak pada sekitar 130 hektare lahan pertanian yang tidak memperoleh pasokan air secara optimal. Kondisi tersebut turut menyebabkan hasil pertanian warga turun sekitar 30 persen dibandingkan keadaan normal.

    Selama jaringan irigasi belum pulih, masyarakat berupaya membuat bendungan sementara menggunakan kayu dan material seadanya agar air tetap dapat dialirkan ke lahan pertanian. Rehabilitasi yang sedang berjalan ini menjadi upaya perbaikan bendungan setelah mengalami kerusakan akibat bencana.

    Jika digabungkan, perbaikan jaringan irigasi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar menyasar sekitar 270 hektare lahan pertanian. Pemulihan tersebut diharapkan dapat mengembalikan pasokan air dan mendukung kegiatan produksi petani di wilayah terdampak.

    Apri menegaskan, pemerintah akan terus mendorong pemulihan infrastruktur di tiga provinsi terdampak agar berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

    “Proses pemulihan akan terus kami dorong, agar tidak hanya cepat tapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan,” katanya.

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More