Manila, IDN Times - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menegaskan Bangladesh tidak pernah masuk dalam pembahasan perluasan keanggotaan ASEAN. Sementara itu, Papua Nugini memang pernah memiliki hubungan khusus dengan ASEAN, tetapi hingga kini belum memiliki prospek untuk menjadi anggota organisasi kawasan Asia Tenggara tersebut.
Penegasan itu disampaikan Kao di tengah kembali menguatnya aspirasi Bangladesh untuk mendekat ke ASEAN serta usulan Indonesia agar Papua Nugini dapat bergabung setelah Timor-Leste resmi menjadi anggota penuh pada Oktober 2026.
Menurut Kao, Piagam ASEAN menjadi landasan utama dalam menentukan siapa yang dapat bergabung sebagai anggota. Piagam tersebut menetapkan bahwa negara anggota ASEAN berasal dari kawasan Asia Tenggara, sehingga menjadi acuan dalam setiap pembahasan mengenai perluasan organisasi.
“Saya rasa proses perluasan keanggotaan pada dasarnya sudah selesai, sejauh yang saya ketahui. Berdasarkan Piagam ASEAN, hanya ada 11 negara yang berada di Asia Tenggara,” kata Kao saat berbicara dalam ASEAN Media Forum (AMF) di Manila, Filipina, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan, Timor-Leste akan menjadi negara ke-11 ASEAN setelah resmi bergabung sebagai anggota penuh tahun ini.
